HABADAILY.COM - Jody menggosok-gosok bahu berototnya siang itu. Sesekali asap terlihat mengepul tipis dari rongga mulut pria tinggi itu karena cuaca di Seladang Cafe, Bener Meriah, sedikit lebih dingin di banding biasanya. Daerah ini memang dikenal dingin sehingga menjadikan salah satu pemicu yang membuat kopi menjadi tumbuh lebih subur.
Jody merupakan salah satu karakter utama di film "Filosofi Kopi", yang diperankan oleh Rio Dewanto. Karakter ini pula yang dibawa Rio dan tim Filosofi Kopi ke Bener Meriah dalam rangka menyemarakkan Festival Panen Kopi Bener Meriah 2018.
Tiba di lokasi, Rio sempat diberikan kesempatan untuk menyerahkan penghargaan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, yang diterima Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, Selasa (20/11/2018). Rio Dewanto lantas terlihat berbincang-bincang akrab dengan beberapa pengunjung festival. Tentu saja ini menjadi kesempatan bagi muda mudi di Bener Meriah untuk selfi bersama aktor kelahiran 28 Agustus 1987 tersebut.
Lelaki yang berhasil menyabet i-Cinema Awards bersama Chicho Jericho sebagai aktor utama terbaik dalam Filosofi Kopi ini kemudian beranjak ke Takengon, Aceh Tengah.
"Rio perform Rabu, seharian penuh di Festival Panen Kopi Bener Meriah 2018," ujar Sadikin GemBel, event organizer Festival Panen Kopi Bener Meriah 2018 yang juga perintis Seladang Cafe di Rembele, Selasa (21/11/2018).
Selain kehadiran Rio Dewanto, panitia juga menjadwalkan beberapa rangkaian kegiatan lainnya guna memeriahkan Festival Panen Kopi Bener Meriah 2018.
Sebelumnya, sejumlah atraksi budaya, bazar, fashion show, kopi & kanvas, dan Kenduri Kopi juga telah digelar di Seladang Cafe yang berada di bilangan Jalan Bener Meriah – Takengon, tepatnya di Gampong Rembele, sekitar 15 km dari Kota Bener Meriah.
Panitia juga menjadwalkan Panen Kopi Raya di Seladang Cafee dan salah satu gampong di Rembele, Rabu (21/11/2018).
Festival Panen Kopi Bener Meriah 2018 ini merupakan rangkaian akhir dari Gayo Alas Mountain International (GAMI) Festival 2018 yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.
Kegiatan ini sengaja mengambil tema Gayo Alas Mountain untuk meningkatkan promosi Dataran Tinggi Gayo dalam konteks budaya dan pariwisata.
Seperti diketahui, Gayo memiliki ragam kebudayaan yang unik bahkan telah diakui dunia seperti Tari Saman. Selain itu, dataran tinggi Gayo juga dikenal bersuhu dingin dan sangat cocok untuk tumbuhan kopi Arabica, yang disebut-sebut memiliki kualitas terbaik di dunia.
Kegiatan ini juga turut mendapat dukungan dari Pelaksana tugas Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi.
Dia berharap Kenduri Kopi kembali dilaksanakan tahun depan. Namun dengan catatan, kenduri kopi tersebut mampu dinikmati oleh seluruh masyarakat di Bener Meriah.
Sementara Sadikin atau lebih dikenal GemBel, menyebutkan kegiatan ini sengaja dibuat berbeda dibandingkan acara-acara bertema kopi sebelumnya. Pelaksanaan festival di tengah-tengah kebun kopi seraya menyeruput kopi, menjadi tema andalan pria yang kerap menggunakan sarung tersebut.
"Kita berharap ini menjadi virus pariwisata yang baguslah untuk teman-teman lain, apa yang ingin kita viruskan, bahwa kopi tanpa harus menunggu buah merahnya, sepanjang tahun seharusnya dapat menghasilkan uang," kata Sadikin "GemBel" selaku event organizer Festival Penen Kopi Bener Meriah 2018. Pria yang akrab disapa GemBel ini juga pemilik 2 hektar kebun kopi sekaligus pemilik Seladang Cafe, Rembele, Bener Meriah, Selasa (20/11/2018).
Pelaksanaan Festival Panen Kopi Bener Meriah 2018 ini mendapat sambutan hangat dari Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin. Melalui Kabid Pemasaran Rahmadhani, Disbudpar mengatakan penyelenggaraan Festival Panen Kopi ini digelar bersamaan dengan tibanya masa panen kopi raya di Bener Meriah. Hal ini diharapkan menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung untuk melihat langsung kegiatan panen kopi oleh masyarakat setempat.
"Festival ini juga bertujuan, tidak hanya melestarikan budaya masyarakat Gayo dalam mengolah kopi hingga menjadi salah satu kopi terbaik di dunia dengan cita rasa tinggi, dan menjadi salah satu sumber pemasukan bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan, khususnya masyarakat Bener Meriah dengan memperkenalkan ragam produk kopinya, tapi juga menjadi daya tarik wisata berbasis agro, salah satunya melalui paket wisata Coffee Trail Adventure," kata Rahmadhani.[]