Dalam pertandingan babak terakhir tersebut, pecatur putri Aceh yang kenyang pengalaman di berbagai kejuaraan nasional termasuk Pra PON 2015 tampil tenang menjalankan langkah dan menghadapi tekanan
lawan.
"Klarisa yang mengendalikan buah hitam mampu menciptakan permainan posisional, sehingga membuat lawan akhirnya harus merebahkan raja tanda menyerah," kata Aldin.
Selain Klarisa, Aceh juga membuka peluang meraih medali di Kategori Terbuka (bebas usia). Di mana, pecatur Aceh Master FIDA (MF) Zulkhairi mampu masuk empat besar di babak sembilan dari 10 babak yang dipertandingkan.
"Jika MF Zulkhairi mampu menang di babak 10 atau babak akhir, tidak tertutup kemungkinan meraih medali emas. Namun, semua juga tergantung hasil akhir pecatur lainnya," pungkas Aldin Nl.(Ril)