“Potensi kita banyak, mulai dari destinasi wisata religi yang kental dengan sejarah Islam, wisata tsunami, cagar budaya hingga kuliner yang terkenal dengan 3 E (enak, enak, enaaaaak sekali). Kemas sebaik mungkin lewat tulisan, karya foto maupun karya video, lalu sampaikan ke dunia luar, seperti lewat sosmed,” pinta Wali Kota.
Aminullah menyadari, Banda Aceh yang hanya memiliki luas sekitar 62 Ha hanyalah kota jasa dan tidak memiliki sumber daya alam, minyak dan gas bumi seperti daerah lain. Potensi terbesar adalah dari sektor wisata.
“Sektor inilah yang harus kita maksimalkan untuk membangun ekonomi masyarakat. Ketika priwisata kita maju, maka akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan sekaligus mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Inilah cita cita Saya,” ungkap Wali Kota.
Karenanya, Wali kota mengajak Kepala Dispar dan jajarannya serta masyarakat saling menunjang untuk kemajuan wisata dan memberikan pelayanan yang exelent kepada wisatawan. Sehingga mereka memiliki kesan yang indah sehingga tergerak menceritakan kelebihan Banda Aceh didaerah dan negaranya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh, Rizha Idris melaporkan kegiatan workshop yang diikuti oleh 45 peserta digelar untuk meningkatkan kualitas promosi wisata Banda Aceh.