HABADAILY.COM - Para pemenang lomba foto pesona alam Gayo diumumkan pada malam penutupan pameran foto rangkaian even Gayo Alas Mountain Internasional (GAMI) Festival 2018 di Takengon, Rabu (19/09/2018) malam.
Dari 50 frime foto yang dipamerkan selama sepekan di Lapangan Musara Alun, Takengon panitia memutuskan 12 foto diantaranya didapuk sebagai juara. Enam foto dari katagori foto drone dan enam lainnya dari katagori kamera DSLR/Mirror Less.
Ketua Panitia Pameran Foto, Hasbi Azhar mengatakan, pameran foto bertema Pesona Alam Gayo Alas sudah berlangsung sejak sejak 15 hingga 19 September 2018. Pameran tersebut rangkaian dari even GAMI Festival 2018, yang digelar Pemerintah Aceh dan pemerintah empat kabupaten di dataran tinggi Gayo di Takengon, Aceh Tengah sejak 14 September hingga 24 November 2018.
Foto yang dipamerkan, katanya, merupakan karya para fotografer baik lokal Aceh maupun dari luar Aceh dengan tiga subtema, pesona budaya, pesona kopi, pesona alam di Gayo –Alas, Aceh . Dari 600-an foto yang ikut lomba hanya 542 foto yang masuk seleksi. Selebihnya didiskualifikasi karena mendaftar ketika waktu pendaftaran sudah masuk deadline.
“Dari 542 yang masuk seleksi, 50 frime foto diantaranya masuk nomasi. Dan ke 50 foto tersebut yang kita pamerkan di even GAMIFes ini. Diantara 50 foto tersebut, 12 diantaranya merupakan juara dalam lomba yang telah diseleksi sebelum pameran,” rinci Hasbi Azhar.
,Kadis Pariwisata Bener Meriah
menyerahkan hadiah dan sertifikat juara lomba foto Pesona Gayo-Alas kategori foto drone | Ist
Namun tambahnya, ada catatan penting dalam acara lomba foto yang diadakan dalam memeriahkan GAMIFes 2018 tersebut. Dimana peserta dari luar Aceh sangat minim yang ikut andil di acara itu. Ini, sebutnya, membuktikan para fotografer luar Aceh masih belum banyak yang anting di dataran tinggi Gayo. Mereka tidak ikut karena tidak memiliki stok foto tentang alam Gayo –Alas.
“Dalam perlombaan foto yang kita pamerkan ini hanya fotografer dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara yang ikut dari luar Aceh. Selebihnya merupakan fotografer lokal. Ini rrtinya tidak banyak fotografer sudah anting di dataran tinggi Gayo,” ujar Hasbi.
Disisi lain, Hasbi Azhar juga menghimbau agar fotografer semakin mencintai Gayo - Alas, harus diperbanyak even lomba foto di empat kabupaten di dataran tinggi Gayo –Alas: Aceh Tengah, Bener Meriah, Kuta Cane dan Gayo Lues. “Pameran jangan hanya di provinsi terus” imbuhnya.
Pada malam penutupan pameran foto tersebut, lapangan Musara Alun tampak dipadati pengunjung karena malam itu pentas Wonderful GAMIFes dihibur oleh “Rangkaian Bunga Kopi” yakni para seniman dari dataran tinggi gayo: Gayo Nusantara Etnik (Bener Meriah), Musik Kolaborasi (Aceh Tengah), Tarian Multietnis (Aceh Tenggara) dan Tarian (Gayo Lues).