Firdaus berharap, pacu kuda ini bisa berkontribusi besar untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Khususnya bagi yang memelihara kuda di Takengon. Kedepan Aceh Tengah akan menjadi pusat perdagangan kuda yang baik, khususnya kuda lokal yang dimiliki di dataran tinggi Gayo.
Dia juga meminta pacu kuda tidak menjadi ajang melanggar syariat Islam. Tidak ada yang berjudi saat pacu kuda. Karena tidak sesuai dengan adat dan istiadat Gayo dan juga melanggar syariat Islam
"Tidak boleh ada yang bermain judi," tukasnya.
Sedangkan pesan Wakil Bupati kepada joki, agar setiap bertanding selalu sportif. Tidak boleh ada yang berlaku curang saat sedang bertanding. “Kedepankan sportifitas saat bertading,” imbuhnya.
Pada perlombaan pacu kuda kelas muda ini. Tompel memang tidak mendapatkan juara. Tompel tertinggal di belakang. Dari lima kuda yang ikut lomba, Tompel hanya mampu mengekor paling belakang.
Namun, bagi Tompel, setidaknya ia sudah mencoba aura perlombaan sebenarnya. Ia mengaku akan terus berlatih agar bisa meraih prestasi masa yang akan datang. [jp/***]