Salah seorang Panitia Fun Rating Festival, Khalis mengatakan lokasi wisata itu baru dikelola menjadi lokasi areal rafting sejak setahun lalu. Awalnya, kata Khalis, jembatan di atas sungai Lukup Badak hanya menjadi tempat balap liar para remaja di Takengon. Seiring dibukanya menjadi wisata rafting, balap liar menjadi berkurang bahkan mulai menghilang.
“Para remaja bahkan anak-anak, mereka sudah mulai rami bermain rafting dengan tantangan menyenangkan. Tantangan rafting ini bisa dilakukan siapa saja, anak-anak, pemuda –pemudi termasuk ibu-ibu. Lokasi ini dikelola oleh koperasi,” kata Khalis.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadhani mengatakan, Rafting Festival masuk dalam salah satu agenda pada GAMIFest 2018 di Takengon, Aceh Tengah.
Menurutnya, dengan diadakannya rafting festival, sehingga lokasi tersebut akan semakin dikenal dan olah raga rafting semakin dicintai masyarakat.“Rafting festival, bagian dari momentum promosi sehingga cabang olahraga ini menjadi destinasi wisata baru di dataran tinggi Gayo,” kata Rahmadhani.
Lebih lanjut, dia menyebutkan, lokasi rafting perlu terus dijaga, tidak hanya kebersihan lingkungan, tapi juga ragam kegiatan rafting dengan hadiah menarik dalam rangka menarik minat wisatawan nusantara khususnya dan mancanegara umumnya.