Baru 7 Persen Capaian Vaksin MR di Aceh

September 11, 2018 - 13:58
Foto ilustrasi. Foto by Rumpibayi.com

HABADAILY.COM – Provinsi Aceh daerah paling rendah capaian vaksin Measle-Rubella (MR) sejak dicanangkan sejak tanggal 1 Agustus 2018. Sekarang baru 7 persen capainnya dari jumlah 1,5 juta anak target yang hendak divaksin.

Perwakilan Unicef, Nita mengatakan, vaksin MR diberikan pada anak 9 bulan hingga 15 tahun. Secara nasional Aceh paling rencan capainnya hanya 7 persen.

Hanya 4 kabupaten/kota capaian yang tinggi partisipasinya memberikan vaksin MR, yaitu Kabupaten Singkil 20 persen, Gayo Lues 17 persen, Sabang 13 persen dan Subussalam 12 persen.

Berdasarkan pantauan Unicef di lapangan, dari 5000 pelajar di Banda Aceh, hanya 8 orang yang bersedia divaksin RM. Kondisi ini, sebutnya, tentunya cukup memprihatinkan, karena dampak rubella masih cukup tinggi di Aceh.

"Tingkat penderita campak dan rubella di Aceh pada tahun 2018 meningkat tajam dari tahun 2017 yaitu 3 orang menderita campak, 4 orang menderita rubella dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 16 orang penderita rubella" jelas Nita.

Pelaksanaan vaksin MR di Aceh sempat terhenti setelah Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta untuk dihentikan sementara. Karena vaksin MR masih belum mendapatkan sertifikat halal di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kemudian pada tanggal 20 Agustus 2018 lalu, MUI telah mengeluarkan fatwa tentang penggunaan vaksin MR. MUI memutuskan bahwa vaksin MR itu mubah hukumnya, karena dibutuhkan untuk mencegah campak dan rubella.

Sementara itu Sekretaris Ikadan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, dr Asrinar, SP,A berharap seluruh rakyat Aceh mau memberikan vaksin MR kepada anak. Ini penting dilakukan untuk mencegah terjangkitnya virus rubella yang bisa menyebabkaan anak cacat setelah lahir nantinya.

“Kita minta masyarakat mau memberikan vaksin MR. Apa lagi MUI telah mengeluarkan fatwa mubah dan tentu diperbolehkan,” tutupnya.[acl]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.