HABADAILY.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Prof Muhajir Efendi membuka secara resmi Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu malam (5/8/2018).
Dalam sambutannya, Mendikbud meminta maaf kepada seluruh rakyat Aceh karena Presiden, Joko Widodo tak bisa hadir membuka langsung even PKA ke-7. Meskipun sebelumnya Presiden berencana membuka even terbesar yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali di Aceh.
“Kami menyampaikan permohonan maaf karena Bapak Presiden tidak bisa membuka acara ini. Sebenarnya saya datang ke Aceh hendak mendampingi bapak Presiden membuka acara ini,” kata Prof Muhajir Efendi saat membuka PKA ke-7 di Banda Aceh.
Ia mengaku baru mendapatkan kabar Presiden tidak bisa hadir tadi siang, karena ada beberapa agenda lainnya di Jakarta yang tak bisa ditinggalkan. Kendati demikian, meskipun tak bisa hadir langsung pelaksanaan PKA-7 tidak mengurangi kemeriahaanya.
“Percayalah walaupun beliau belum bisa hadir di tengah kita, namun hari beliau tetap bersama kita,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Mendikbud menyebutkan kebudayaan saat ini sudah mendapatkan tempat khusus. Pada tahun 2017 lalu, pemerintah telah mengeluarkan undang-undang nomor 9 tahun 2017 tentang kebudayaan.
Sehingga mulai tahun 2018 kebudayaan sudah mendapatkan alokasi dana khusus untuk melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Diharapkan tahun depan kebudayaan akan menempati posisi yang strategis, karena sudah memiliki anggaran.
“Ini undang-undang sejak Indonesia merdeka, baru ini ada pertama kali. Jadi bapak Jokowi cukup peduli tentang kebudayaan,” ungkapnya.[acl]