Dan pilar pendidikan sebagai domain utama guru, sebut wali kota, adalah senjata untuk memberantas kebodohan. “Pendidikan itu kunci kesuksesan. Untuk itu, kami ingin ke depan kualitas pendidikan Banda Aceh semakin meningkat, baik dari sisi kualitas guru maupun infrastruktur sekolahnya sehingga output-nya adalah murid yang berkualitas dan berdaya saing,” katanya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kata Aminullah, pihaknya sedang mewujudkan sekolah unggul atau percontohan di setiap kecamatan. “Minimal harus ada satu sekolah percontohan per kecamatan, sehingga semakin banyak lulusan berkualitas yang kita hasilkan,” katanya.
“Sekolah-sekolah yang berada di pinggiran kota juga harus kita sejajarkan dengan sekolah-sekolah favorit yang berada di pusat kota. Jika sekarang banyak orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya ke SD 1 itu biasa, tapi jika ramai yang ke SD 72 Alue Naga atau SD 38 Lampaseh Aceh itu baru luar biasa,” katanya disambut applause hadirin.
Di tempat yang sama, Kadisdikbud Banda Aceh Saminan menyampaikan sekilas mengenai profil pendidikan Banda Aceh. “Saat ini kita memiliki 160 PAUD dengan jumlah murid 8.939 orang dan guru 1.055 orang yang 172 di antaranya telah bersertifikat pendidikan. Kebutuhan guru TK kita saat ini berlebih,” katanya.
Untuk tingkat SD, sambung Saminan, ada 85 sekolah yang terdiri dari 72 sekolah negeri dan 13 swasta. “Jumlah muridnya 23.792 orang, sementara guru SD kita masih kekurangan 193 orang baik guru kelas maupun guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).”