Fauziah, Dua Tahun Melawan Kanker Lidah

May 24, 2018 - 13:52

HABADAILY.COM – Fauziah (50), sudah dua tahun melawan kanker lidah getah bening. Saat berbicara, dia harus meringis kesakitan. Sesekali dia memagang pipinya untuk menghalau rasa perih.

Suaminya, Alamsyah telah berusaha mengobati pujaan hatinya. Namun, keluarga kecil yang tinggal di Gampong Blang Kutumba, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen ini, tetap belum diberikan kesembuhan.

Sangking sakitnya, air mata keluar dari bola matanya. Dia tampak sekaran sudah pasrah menghadapi kenyataan ini. Ekonomi yang menghimpit, tak mampu melanjutkan pengobatannya. Apa lagi dia harus berobat ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), Banda Aceh.

Rumahnya hanya berkontruksi kayu, menjadi tempat persinggahannya bersama suami. Pekerjaan suami yang serabutan, tentu tak mampu memenuhi biaya akomodasi selama pengobatan di Banda Aceh.

Wate lon peugah haba nyoe saket. Harta yang na ka lon peubloe untuk meu ubat, tapi golom geubri puleh le Allah Swt (Waktu saya bicara sakit. Harta yang sudah ada, sudah saya jual semua, tetapi belum diberikan kesembuhan oleh Allah Swt),” kata Fauziah, Rabu (23/5/2018)

Pertama kali Fauziah berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah, Bireuen. Di rumah sakit ini, dokter telah memvonis dirinya mengalami kanker lidah getah bening.

Semakin hari penyakitnya semakin parah. Oleh pihak medis RSUD dr Fauziah, Bireuen pun merujuk Fauziah ke RSUZA, Banda Aceh. Di Banda Aceh semua proses pengobatan sudah dijalani, termasuk kemoterapi. Namun hingga sekarang penyakit yang dideritanya belum kunjung pulih.

Fauziah pun diminta untuk kembali menjalani pengobatan di RSUZA, Banda Aceh secara rutin. Saat inilah kendala dihadapi oleh keluarga ini. Suaminya hanya pekerja serabutan, bila mengantarkan Fauziah ke Banda Aceh tentu dia tak memiliki penghasilan.

Mereka pun kemudian menjual seluruh harta benda yang dimilikinya. Seperti telivisi, kulkas dan sejumlah peralatan lainnya yang bernilai ekonomi dijual untuk membiayai biaya perjalanan. Sedangkan biaya pengobatan sudah ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

“Hari-hari pengobatan yang saya lalui membutuhkan biaya. Biaya perjalanan bahkan biaya obat yang harus saya beli, karena sebagian obat tidak ditanggung oleh JKA. Membuat saya menjual segala harta benda yang saya punya,” kisah Fauziah dengan suara menahan rasa sakit.

Saat ini Fauziah hemdak dirujuk dari Banda Aceh ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Sumatra Utara. Namun Fauziah tak ada biaya untuk berobat ke Medan lantaran seluruh harta benda miliknya sudah dijual.

Dirinya berharap kerendahan hati para dermawan untuk menanggung biaya perjalanan pengobatan dirinya ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan Sumatra Utara.

Saat ini sebuah lembaga sosial relawan lembaga peduli duafa Bireuen sedang mencari dana untuk pengobatan Fauziah. Bagi para dermawan bila ingin membantu pengobatannya bisa menyumbang dana semampunya melalui rekening BNI 453315197 atas nama Lembaga Peduli Duafa atau bisa menghubungi nomor HP 081375576258.[acl]

Magang :  Fajrizal

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.