Hal sama juga dikatakan Nunik, tetangga sebelah rumah Tri. Nunik mengatakan diminta kosongkan rumah karena dikhawatirkan terkena bahan peledak yang masih tertinggal di dalam.
"Katanya (masih ada bom) seperti itu. Makanya sekarang ada densus dan penjinak bom juga," tutur Nunik.
Hingga berita ini ditayangkan, penggeledahan masih terus berlangsung. Meski telah diberi batas aman sejauh 300 meter, masyarakat tetap memenuhi lokasi di sekitar rumah Tri Murtono.
Pada Senin (14/5), Tri bersama istri dan ketiga anaknya melakukan peledakan di depan Polrestabes Surabaya. Empat orang tewas, hanya menyisakan putri bungsu Tri yang selamat karena terlempar saat bom meledak.[acl/kumparan.com]