HABADAILY.COM - Empat remaja tanggung di Simeulue gagal menggelar pesta tuak malam minggu, karena duluan tertangkap polisi yang menggelar Operasi Cipta Kondisi di lintasan jalan jalur dua, Desa Suak Buluh, Kecamatan Simeulue Timur, Sabtu (08/07/2017) sekira pukul 22.00 WIB.
Ke-empat remaja dengan inisial ROK (18), MUS (20), ARL (24) dan EMO (15) itu, tertangkap karena sepeda motor yang mereka kendarai tidak ada spion, sepeda motor juga sudah dirombak dari aslinya.
Polisi selanjutnya mengintrogasi empat remaja yang berboncengan dengan dua sepeda motor itu, sembari memeriksa kenderaan mereka. Dari pemeriksaan, petugas kembali menemukan senjata tajam dan minuman tuak dari kenderaannya.
"Malam itu kita sedang melaksanakan giat Operasi Cipta Kondisi, yang bertepatan malam minggu. Kita menemukan empat warga yang masih remaja, membawa tuak dan senjata tajam," kata Kapolres AKBP Ayi Satria Yudha kepada wartawan, Minggu (09/07/2017).
Dari keterangan keempat pria tersebut, mereka malam itu hendak pesta malam minggu dan menenggak dua liter tuak. Pesta itu direncanakan di kawasan pinggiran Kota Sinabang. Tuak tersebut mereka beli dari kawasan Desa Batu – Batu, Kecamatan Teupah Barat.
Setelah pemeriksaan dan penyitaan barang –bukti keempat remaja itu tidak ditahan. Untuk kali ini mereka hanya diberi sanksi wajib lapor ke Polres Simeulue. “Mereka kita wajibkan lapor saja, tidak ditahan,” tambah Kapolres.
Kapolres Simeulue juga meminta kepada orang tua dan warga untuk mengawasi prilaku anak-anak yang menyimpang. “Lemahnya pengawasan orang tua terhadap anaknya, anak itu akan gampang sekali dirasuki kegiatan negatif,” ujarnya. [jp]