Makam Kerajaan Islam Pertama di Peureulak yang Terabaikan

June 9, 2017 - 15:58
Makam Sultan Alaidin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah di Peureulak, Aceh Timur. Eva Hazmaini
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM – “Selamat Datang di Makam Sultan Alaidin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah”. Tulisan itu tampak tertulis rapi di gapura, pintu masuk dalam Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa). Monumen makam raja pertama dari Kerajaan Islam ini berada di Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Monument itu disepakati pembangunannya pada seminar Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara tahun 1980 di Rantau Kuala Simpang yang dihadiri tokoh-tokoh sejarah dunia dan Asia Tenggara.

Di sekeliling Monisa terdapat hamparan padi yang masih hijau ditiup angin kencang, hingga menari-nari ke kiri dan kanan. Hembusan angina itu yang membuat caca panas menjadi adem. Karena siang itu matahari sangat menyengat, hingga tanpa terlihat warga berjalan kaki di jalan menuju monumen tersebut.

Hanya terlihat beberapa orang warga yang sedang berteduh di teras rumah masing-masing, menghindari sengatan matahari suhu mencapai 32 derajat lebih. Jalan yang hanya bisa dilewati oleh satu mobil, hanya ada beberapa anak-anak berlarian sedang main kejar-kajaran tanpa menghiraukan sengatan matahari.

Memasuki pekarangan Monisa terdapat sebuah kantor kecil di sebelah kanan gapura, sebelah kiri gapura berdiri pula sebuah balai pengajian kecil dengan warna yang masih terang dan kokoh. Begitu juga ada beberapa bangunan lain yang baru saja mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah. 

“Iya, ini kantor sekretariat baru dibuat selama masa pemerintahan yang sekarang,” kata Tengku Haji Abdullah yang sudah 17 tahun menjaga makam di Monisa.

Ada dua balai pengajian di sana. Yang satu tampak masih baru dengan cat yang masih bagus tanpa goresan, sedang yang satunya lagi hanya kayu biasa tanpa cat yang terletak berdekatan dengan masjid.

Di depan masjid itulah makam Raja dari Kerajaan Islam pertama disemayamkan bersama dengan permaisurinya, Sultan Alaiddin Maulana Sayed Abdul Aziz Syah bersama Putri Meurah Makhdum Khudawy, yang merupakan anak dari Syahir Nuwi.

Makam yang berada dalam pagar berukuran 4x6 meter itu terdapat tulisan pada kepala makam yang berbunyi ‘Makam Sultan Alaiddin Maulana Said Abdul Aziz Syah dan Istri Putri Meurah Mahdum Khudawi Pendiri Kerajaan Islam 1 Asia Tenggara Bandar Khalifah Peureulak Berkuasa Selasa 1 Mhr 225H-249H=840M-864M Wafat 249H=864M’.

Makam tersebut bertopangkan empat buah penyanga dari beton dan beratapkan bagai rumah, berwarna kuning serta terdapat sedikit hijau pada ukirannya dan coklat pada atapnya. Tak ada keributan di sana, hanya suara anak kecil yang tengah bermain di atas balai pengajian dan sisanya ikut melihat makam raja mereka terdahulu.

Makam tersebut bertaburkan batu-batuan di atasnya dan sebuah batu besar sebagai penanda lokasi kepala.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.