Salah satu pengunjung Nadila Ulfa (20), mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya dengan adanya kegiatan seperti ini generasi muda khususnya Aceh bisa mengetahui pristiwa pahit yang dialami masyarakat Aceh pada masa lalu.
"Ini ilmu baru bagi kami, disini kita bisa melihat dan mengetahui bagaimana keadaan masyarakat Aceh saat konflik dulu. Saat konflik dulu kita masih kecil tidak tau apa-apa, dari pameran ini paling tidak kita tahu bagaimana kekerasan saat itu" ujar mahasiswa jurusan Sosiologi Unsyiah ini.
Nadia juga berharap kegiatan seperti ini bisa juga dilaksanakan di lingkungan kampus dan sekolah. "Agar generasi muda tidak lupa dengan Konflik yang berlangsung di Bumi Serambi Mekah ini," ujarnya. [jp]