“Permodalan sekarang menjadi tantangan bagi bank syariah di Indonesia, karena kita baru masuk buku 2, belum masuk buku 3 yang butuh Rp triliun modal. Buku 2 itu jangkauan pasar terbatas, pasar juga terbatas,” kata Wahyu Avianto, Senin (22/08/2016) di Banda Aceh.
Kendati demikian, kata Wahyu, pihaknya telah berkomunikasi dengan pemegang saham agar menambah modal untuk pengembangan bank syariah. Sehingga , bank syariah bisa berkembang dan mampu bersaing dengan perbankan lainnya.
“Sudah ada komitmen dari pemegang saham untuk menyuntik modal, kita berharap pemilik saham bisa segera menyuntiknya,” jelas Wahyu.
Menurutnya, pada dasarnya pangsa pasar bank syariah di Indonesia ini masih sangat besar. Hal ini mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Tinggal sekarang mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa bank syariah merupakan produk halal dan jauh dari riba.
“Sekarang banyak warga yang belum tau. Padahal bank syariah ini kita jauh dari riba. Riba itu kan sangat dilarang dalam agama Islam,” tuturnya.