HABADAILY.COM - Ada banyak tantangan yang membelit perbankan syariah pada tahun 2016 ini. Pertumbuhan hanya 4,8 persen secara nasional, ditambah lagi persoalan permodalan, sumber daya manusia semakin memperpanjang tantangan yang dihadapi.
Semua bank di Indonesia, baik konvensional maupun syariah memang mengalami pelambatan pertumbuhan ekonomi akhir-akhir ini. Resiko kredit macet, hingga membuat pertumbuhan ekonomi melemah, terutama bank syariah mengalami stagnan.
Ini juga tidak terlepas faktor tekanan eksternal, seperti melemahnya ekonomi dunia. Termasuk raksasa ekonomi dunia seperti Cina mengalami kesulitan ekonomi dan ketidakpastian suku bunga The Fed.
Meskipun banyak pengamat dan banker memprediksikan 2016 ini ekonomi Indonesia akan membaik setelah terburuk 2015 lalu. Namun, bagi perbankan syariah, tetap mengalami tantangan besar terhadap permodalan yang terbatas, sehingga sulit untuk mengembangkan sayapnya agar bisa bersaing dengan perbankan konvensional.
Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Divisi dan Koordinator Jaringan BNI Syariah, Wahyu Avianto kepada Habadaily.com, menurutnya, tantangan yang dihadapi Bank Syariah saat ini adalah permodalan. Sedangkan dari segi produk,Wahyu mengaku bank syariah sekarang sudah mampuni dan siap bersaing dengan bank konvensional.
“Permodalan sekarang menjadi tantangan bagi bank syariah di Indonesia, karena kita baru masuk buku 2, belum masuk buku 3 yang butuh Rp triliun modal. Buku 2 itu jangkauan pasar terbatas, pasar juga terbatas,” kata Wahyu Avianto, Senin (22/08/2016) di Banda Aceh.
Kendati demikian, kata Wahyu, pihaknya telah berkomunikasi dengan pemegang saham agar menambah modal untuk pengembangan bank syariah. Sehingga , bank syariah bisa berkembang dan mampu bersaing dengan perbankan lainnya.
“Sudah ada komitmen dari pemegang saham untuk menyuntik modal, kita berharap pemilik saham bisa segera menyuntiknya,” jelas Wahyu.
Menurutnya, pada dasarnya pangsa pasar bank syariah di Indonesia ini masih sangat besar. Hal ini mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Tinggal sekarang mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa bank syariah merupakan produk halal dan jauh dari riba.
“Sekarang banyak warga yang belum tau. Padahal bank syariah ini kita jauh dari riba. Riba itu kan sangat dilarang dalam agama Islam,” tuturnya.
Pasar lain yang bisa dilirik oleh bank syariah, sebut Wahyu adalah ratusan ribu jamaah haji dan umroh setiap tahunnya. Ada 800 ribu jamaah ibadah umroh dan 200 ribu jamaah haji menjadi pangsa pasar bagi bank syariah.
Menurutnya, ini kalau dikelola dengan baik, tentu menjadi pangsa pasar yang bagus. Karena ia meyakini, mereka setelah pulang dari tanah suci, ada pola pikir dan semangat baru untuk menjauhi segala perbuatan yang dilarang agama.
“Ini tantangan kita, 800 ribu jamaah umroh dan 200 ribu jamaah haji bisa berkontribusi untuk perbankan syariah,” tutupnya.[acl]