"Masih ada perjalanan panjang ke depan untuk Pongky sebelum dia bisa dilepaskan tapi kami optimis bahwa ia memiliki peluang bagus untuk menjadi orangutan liar lagi, di hutan di mana ia berada. Kami berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan dan dukungan dalam memastikan kesejahteraan jangka panjang Pongky dan memberikan dia kesempatan ini," ucapnya.
Helen Buckland, Direktur SOS mengatakan, ketika Pongky disita tapi kemudian dipindahkan ke Kebun Binatang Medan, ia hanya bertukar dari satu kehidupan di balik jeruji besi ke jeruji besi lainnya. Berbagai organisasi konservasi dan individu yang peduli langsung melobi kebun binatang untuk menyerahkan Pongky ke pusat karantina orangutan spesialis Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) yang berlokasi di luar Medan dengan tujuan akhir mengembalikan Pongky kembali ke alam liar.
Dia mengatakan, kampanye untuk mendapatkan Pongky dari kebun binatang menarik perhatian dan dukungan seluruh dunia. Sehingga Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan meminta kebun binatang untuk memindahkan Pongky ke karantina SOCP.
"Dia seharusnya tidak pernah dikirim ke kebun binatang - ia harusnya segera diberi kesempatan kedua untuk hidup di alam liar, " katanya.
Terkait pemulangan kembali Pongky ke pusat rehabilitasi, Kepala BKSDA Aceh, Genman S Hasibuan mengungkapkan apreasiasinya atas kerjasama seluruh pihak sehingga Pongky dapat kembali dipulangkan untuk direhabilitasi dan kemudian akan dilepasliarkan.