HABADAILY.COM - Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information centre (YOSL-OIC) dan Sumatran Orangutan Society (SOS) merelokasi Pongky, orangutan Sumatera berusia 14 tahun dari kebun binatang Medan kembali ke pusat karantina Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP).
Pongky merupakan orangutan Sumatera yang berhasil diselamatkan dari seorang oknum kepolisian di kawasan Aceh dan kemudian menjadi ikon kampanye penyelamatan orangutan Sumatera.
Panut Hadisiswoyo, Direktur YOSL-OIC mengatakan, upaya relokasi Pongky merupakan kerja keras yang dilakukan lembaga penyayang orangutan itu sejak lama. Pengembalian Pongky ke pusat konservasi, kata Panut merupakan hasil yang fantastis, tidak hanya untuk Pongky, tetapi juga untuk orangutan lainnya yang masih membutuhkan penyelamatan dari perdagangan satwa dan peliharaan ilegal.
"Setelah lebih dari 2 tahun kerja keras dan kampanye, Pongky akhirnya telah diberikan kesempatan untuk bebas hari ini. Kami tidak menyerah. Kami terus melobi pemerintah dan kebun binatang untuk melepaskan Pongky," katanya dalam rilis yang diterima redaksi Habadaily.com, Rabu (04/02/2016).
Panut menambahkan, tindakan yang dilakukannya merupakan sebuah proses yang panjang dalam mengembalikan Pongky ke habitatnya.
"Masih ada perjalanan panjang ke depan untuk Pongky sebelum dia bisa dilepaskan tapi kami optimis bahwa ia memiliki peluang bagus untuk menjadi orangutan liar lagi, di hutan di mana ia berada. Kami berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan dan dukungan dalam memastikan kesejahteraan jangka panjang Pongky dan memberikan dia kesempatan ini," ucapnya.
Helen Buckland, Direktur SOS mengatakan, ketika Pongky disita tapi kemudian dipindahkan ke Kebun Binatang Medan, ia hanya bertukar dari satu kehidupan di balik jeruji besi ke jeruji besi lainnya. Berbagai organisasi konservasi dan individu yang peduli langsung melobi kebun binatang untuk menyerahkan Pongky ke pusat karantina orangutan spesialis Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) yang berlokasi di luar Medan dengan tujuan akhir mengembalikan Pongky kembali ke alam liar.
Dia mengatakan, kampanye untuk mendapatkan Pongky dari kebun binatang menarik perhatian dan dukungan seluruh dunia. Sehingga Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan meminta kebun binatang untuk memindahkan Pongky ke karantina SOCP.
"Dia seharusnya tidak pernah dikirim ke kebun binatang - ia harusnya segera diberi kesempatan kedua untuk hidup di alam liar, " katanya.
Terkait pemulangan kembali Pongky ke pusat rehabilitasi, Kepala BKSDA Aceh, Genman S Hasibuan mengungkapkan apreasiasinya atas kerjasama seluruh pihak sehingga Pongky dapat kembali dipulangkan untuk direhabilitasi dan kemudian akan dilepasliarkan.
"Kami menyambut baik atas kerjasama Kebun Binatang Medan yang telah menyerahterimakan kembali kepada BKSDA Aceh orangutan Pongky untuk direhabilitasi di SOCP dan kemudian dilepasliarkan kehabitat alaminya. Kami berharap ini menjadi pesan penting bahwa semua pihak harus mematuhi undang-undang yang berlaku terkait dengan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemya. Kami tidak akan ragu menindak tegas kepada siapapun yang terbukti melakukan tindak pidana satwa dan kehutanan,” katanya.
Seperti diketahui, Orangutan Sumatera merupakan hewan yang terancam punah. Saat ini hanya sekitar 6.600 individu yang tersisa di alam liar, karena hilangnya habitat alami mereka untuk perkebunan dan pembangunan jalan, konflik manusia-satwa liar dan perburuan. [rilis]