HABADAILY.COM - Majelis Mahasiswa Penyelamat Aceh Barat Daya (MMPA) yang bermarkas di Banda Aceh, Senin (18/01/2016) siang mempertanyakan kejelasan bangunan baru Asrama Mahasiswa Abdya yang berada di Desa Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar karena hingga kini masih belum bisa ditempati. Padahal pembangunannya telah selesai dikerjakan sejak lebih setahun lalu.
Pemerintah Kabupaten Abdya membangun dua Asrama Mahasiswa di Banda Aceh dengan menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Arab Saudi senilai Rp. 7,7 miliar dan PT. Pertamina senilai Rp. 5,8 miliar. Kedua bangunan itu diresmikan dalam waktu yang berbeda, berturut – turut sejak tahun 2014 dan April 2015.
"Usai diresmikan, Pemerintah Abdya berjanji Asrama tersebut mulai dapat ditempati oleh mahasiswa Abdya yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh pada Minggu kedua Januari 2016. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan direalisasikan," kata Koordinator MMPA, Khalis Surry di Banda Aceh.
Khalis mengatakan, salah satu alasan penyebab Pemerintah Kabupaten Abdya belum mengizinkan mahasiswa untuk menempati gedung Asrama yang baru itu karena peraturan mengenai Asrama belum rampung disusun. Padahal menurutnya, sudah banyak solusi yang ditawarkan oleh mahasiswa kepada pihak Pemerintah Kabupaten, termasuk tentang aturan penghuni Asrama.