Kisah Raja dan Peminta Renta

October 1, 2015 - 22:13
Raja dan Amin menanti belas kasih di Jembatan Beusa, Peureulak Barat, Rabu (30/9). Foto Eva Hazmaini Aynun.
2 dari 2 halaman

Nyaris setiap hari, Amin dan Raja bisa ditemui di jembatan Beusa. Sejenak ia menghilang, bila matahari telah di tengah bumi, itupun hanya untuk menemui isteri di rumahnya sekitar 50 meter dari jembatan. Sekedar makan siang bersama. Jika langit telah teduh, ia kembali sampai matahari tenggelam.

Sebagai peminta-minta rezeki Amin tak pernah pasti. Terkadang hanya cukup untuk sebungkus nasi. “Kadang Rp15 ribu, kadang Rp20 ribu dan kalau lagi rezeki bisa sampai Rp50 ribu,” kata Amin. Dengan pendapatan itu pula, ia membantu membiayai sekolah Raja.

Dalam penantiannya menanti receh penderma. Sering kepalanya tertunduk, sementara tangannya yang lemah mengurut telapak kaki tanpa alas. Amin oh Amin ! [masa]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.