Masalah akomodasi, khususnya terkait tarif kamar hotel, Pemko telah berkoordinasi dengan PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) dan travel agent untuk dapat memberikan pelayanan tambahan berupa informasi tentang penginapan. Kalau terjadi kekurangan kamar hotel, Pemko akan mengantisipasi dengan cara memanfaatkan rumah penduduk yang layak huni dan di inventarisir.
“Pemerintah Kota Banda Aceh juga telah meminta pihak hotel untuk membuat informasi harga kamar hotel pada bulan Oktober dan di publish di media atau brosur. Ada 2.195 kamar dengan jumlah bed 4.224 dari seluruh Hotel dan penginapan yang ada di Banda Aceh,” tambahnya.
Dalam kesempata itu, Illiza juga memaparkan sejumlah objek wisata yang dapat dikunjungi para tamu selama di Banda Aceh. Mulai dari gedung tsunami hingga berbagai objek lainnya yang menurut Illiza sangat indah untuk dikunjungi. [jp]