HABADAILY.COM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Sudirman yang lebih terkenal dengan Haji Uma menilai, penembakan mati Junaidi alias Beurijuk yang diduga anggota kelompok bersenjata Din Minimi merupakan pembiaran dari pemerintah daerah.
"Penembakan mati Beurijuk merupakan pembiaran yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh, dan seharusnya polisi melumpuhkan Beurijuk bukan malah menembak mati," tegas Sudirman yang populer lewat stand up comed Emprah Breuh itu, melalui telepon selulur kepada habadaily.com, Selasa (1/9).
Menurutnya, maraknya aksi kelompok bersenjata di Aceh karena bagian dari ketidak sejahteraan, selama ini Pemerintah Aceh belum mampu mensejahterakan para mantan kombatan GAM dan mereka menuntut kesejahteraan pada Gubernur.
"Mereka belum sejahtera, dan wajar mereka menuntuk kesejahteraan pada pemerintah dalam hal ini Gubernur sebagai eksekutor," kata Sudirman yang duduk di Komite III DPD RI mempunyai lingkup tugas pada pendidikan dan agama.
Kemudian tambah Sudirman, terkait tudingan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang menunding DPD RI tak bekerja itu salah kaprah, Anggota DPD 4 hari gak masuh kerja langsung kena teguran dari Badan Kehormatan (BK).
"Kalau ada anggota DPD tak masuk kantor 4 hari berturut-turut langsung kena teguran dari Badan Kehormatan, dan kami selalu memperjuangkan penambahan anggaran untuk Aceh demi kesejahteraan rakyat Aceh secara keseluruhan," tutur mantan komedian Empang Breuh itu.[acl]