DATA BMKG 15 Juni 2021

Pelanggan Cafe di Aceh Dapat Swab Antigen Gratis

Pelanggan Cafe di Aceh Dapat Swab Antigen Gratis

Pelanggan Cafe di Aceh Dapat Swab Antigen Gratis

HABADAILY.COM | D'energy Cafe yang terletak di Lamsayeun, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, menjalani swab antigen gratis  bagi pelanggan, senin (24/2)

Owner D'energy Cafe, Nahrawi Noerdin mengatakan swab antigen gratis ini dilakukan untuk mencegah klaster baru Covid-19 di cafe, mengingat kondisi pandemi Covid-19 di Aceh yang sedang meningkat. 

"Kita ingin memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung. Ini salah satu langkah kecil untuk kita berbuat bagi kemaslahatan bersama," katanya, (24/5).

Dia menjelaskan, jika nanti ada pelanggan yang reaktif usai menjalani swab antigen itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan rumah sakit.

Swab antigen gratis D'energy Cafe tersebut dilakukan dalam seminggu sebanyak dua kali, di mulai sejak pagi hingga sore hari.

Pihaknya mengaku tidak memaksa pengunjung untuk menjalani swab. "Kita hanya sebatas mengedukasi dan melayani pelanggan secara gratis, tapi kalau misalnya mereka tidak mau di swab, itu hak pelanggan," ujarnya. 

Namun dia memastikan, setiap pelanggan yang mendatangi cafe yang menyediakan beragam kuliner Aceh tersebut harus mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

"Disini menerapkan Prokes ketat. Karyawan kami wajib mengedukasi pelanggan tentang Prokes sebelum masuk area cafe dengan memberi tahu untuk cuci tangan, kemudian cek suhu, dan pakai masker. Kalau pun tidak membawa masker akan kita beri gratis," ungkapnya. 

Sementara itu, seorang pelanggan D'energy Cafe, Anita Novianti mengatakan kegiatan swab antigen yang dilakukan cafe secara gratis bagi pelanggan ini merupakan hal positif memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Aceh.

"Saya datang ke sini rencana mau ngopi, tadi pelayanannya menawarkan apa mau di swab antigen gratis? ya saya bilang boleh. Saya sangat berterima kasih sekali, karena ini perdana saya melakukan swab, sebelumnya belum pernah. Jadi sedikit nervous juga. Alhamdulillah hasilnya tadi non-reaktif" katanya. 

Dia mengaku selama ini khawatir dengan cafe yang terlalu ramai dan tidak menerapkan protokol Kesehatan (Prokes) ketat di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

Komentar
Baca Juga
Terbaru