Ketika Ratoh Jaroe Menghentak Solo, Ratusan Pemuda Turut Menari

February 15, 2026 - 13:02
Ratusan penari memeriahkan flashmob massal tarian Ratoh Jaroe, yang diinisiasi Sanggar Aneuk Nanggroe Nusantara (SANSA) Community, di atrium utama Neo Solo Grand Mall, Surakarta, 8 Februari 2026. [Ist]
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Seni Aceh terbukti mampu menggugah minat banyak kalangan, bahkan jauh di luar provinsinya sendiri. Semangat itu terlihat dari kiprah Sanggar Aneuk Nanggroe Nusantara (SANSA) Community yang dalam beberapa tahun terakhir membina murid, siswa, dan pemuda di Surakarta, Jawa Tengah, untuk belajar tari Ratoh Jaroe. 

Melalui latihan rutin dan kegiatan kolektif, ratusan anak muda yang sebagian besar bukan berasal dari Aceh, justru menemukan kedekatan baru dengan budaya tanah rencong.

Wujud dari minat para pemuda Solo ini terlihat dalam satu perhelatan besar yang digelar pada Sabtu (8 Februari 2026) pekan lalu. Hentakan serempak tangan dan tubuh ratusan penari menggema di atrium utama Neo Solo Grand Mall, Surakarta.

Tarian Aceh, Ratoh Jaroe, tampil bukan sekadar sebagai pertunjukan seni, melainkan sebagai energi kolektif yang menyatukan ratusan pemuda-pemudi dari berbagai sekolah di Jawa Tengah dalam satu ritme yang sama. Dalam suasana atrium yang dipenuhi penonton, setiap kelompok tampil dengan formasi duduk berderet, menepuk tangan dan dada secara ritmis, menghadirkan energi yang menghentak ruang publik Surakarta.

Acara tersebut mempertemukan lebih dari 320 peserta dari 21 tim tingkat SMP dan SMA sederajat. Mereka datang dari berbagai kota di sekitar Solo, sebagian besar bukan berasal dari Aceh, namun mampu menampilkan gerak Ratoh Jaroe dengan kekompakan yang mengundang perhatian pengunjung pusat perbelanjaan.

Ratusan penari memeriahkan flashmob massal tarian Ratoh Jaroe, yang diinisiasi  Sanggar Aneuk Nanggroe Nusantara (SANSA) Community, di atrium utama Neo Solo Grand Mall, Surakarta, 8 Februari 2026. [Ist]

Pendiri Komunitas Sansa, Hasanul Muttaqin dalam keterangannya menyatakan, fenomena ini menunjukkan bahwa seni tradisi memiliki daya tarik universal. 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.