Sepuluh peserta disabilitas (tunarungu) mengikuti ujian di Gedung FMIPA Blok C,Universitas Syiah Kuala, Rabu (22/04/2026). (FOTO: USK untuk HABADAILY.COM)
2 dari 2 halaman
Prof. Mirza menambahkan bahwa kehadiran para peserta ini adalah bukti nyata keberanian dan kerja keras. Ke depannya, USK bertekad untuk terus membuka ruang yang lebih besar bagi pendidikan inklusif.
"Sebagai kampus yang dikenal dengan julukan "Jantung Hati Rakyat Aceh", USK berupaya memastikan setiap generasi muda memiliki akses setara untuk mengenyam pendidikan tinggi, tanpa memandang keterbatasan fisik, demi menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan keadilan social," tutupnya.
Editor: Suryadi
Ikuti Saluran Habadaily via WhatsApp.
Follow
Ikuti Berita Habadaily di Google News.
Follow