HABADAILY.COM - Sabang tidak hanya menawarkan Titik Nol Kilometer secara geografis, tetapi juga "titik nol" untuk urusan rasa. Di pulau ujung barat Indonesia ini, tersimpan sebuah kuliner istimewa yang wajib Anda santap saat berkunjung, yakni Sate Gurita.
Hidangan ini lahir dari perairan karang Sabang yang jernih, tempat di mana gurita menjadi hasil laut yang melimpah. Di tangan para ahlinya, bahan baku sederhana ini disulap menjadi sajian kelas dunia dengan pilihan siraman bumbu yang pedas, hangat atau bumbu kacang yang legit.
Populer sejak puluhan tahun silam, Sate Gurita kini telah bertransformasi dari sekadar makanan rumahan menjadi menu wajib bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di Sabang.
Alasan utama sate ini begitu dicintai adalah kesegarannya, karena gurita yang digunakan merupakan hasil tangkapan harian para nelayan lokal. Keunikan teksturnya yang succulent (kenyal namun juicy) menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Ini adalah bentuk diplomasi rasa," kata Humaira, Cut Adek Duta Wisata Sabang 2025, kepada Habadaily.com, Sabtu (18/04/2026).

Cut Adek Sabang menilai, Sate Gurita Sabang adalah instrumen promosi yang tak lekang oleh waktu, sebuah identitas yang meninggalkan kesan mendalam bahkan setelah wisatawan meninggalkan pulau.
Humaira juga menekankan bahwa keberlangsungan usaha kuliner lokal seperti ini adalah kunci dari pariwisata itu sendiri.
"Sate Gurita adalah narasi tentang ketangguhan nelayan dan kreativitas masyarakat Sabang. Saat Anda duduk di Sabang dan mencicipi sate gurita, Anda sedang mendukung ekosistem budaya kita," jelas Humaira.
Di balik kepulan asap yang membubung, salah satunya di warung legendaris Sate Ajo, terdapat cerita panjang tentang sebuah konsistensi. Sate Gurita bukan sekadar komoditas pariwisata.
Bagi para pemilik usaha dan keluarga yang meneruskannya, sate ini adalah identitas dan warisan yang harus dijaga kualitasnya di tengah gempuran modernisasi kuliner. Menjaga rasa tetap sama seperti puluhan tahun lalu adalah tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri.
"Mengolah gurita itu tentang rasa hormat pada laut. Mereka mengambilnya langsung dari nelayan lokal untuk menjamin kesegarannya," ungkap Humaira, mengutip pernyataan pengelola Sate Ajo.
Selain kesegaran bahan, teknik pembakaran yang presisi di warung ini memastikan tekstur daging gurita tetap lembut. Hal ini sekaligus menepis kesan "alot" yang sering ditakuti orang saat pertama kali mencoba olahan gurita.

Sate Gurita Sabang adalah perhentian wajib bagi siapa pun yang merindukan cita rasa pesisir yang autentik. Jangan biarkan perjalanan Anda di ujung barat Nusantara berakhir tanpa jejak rasa ini.
"Segera agendakan kunjungan ke Sabang, dan pastikan Sate Gurita Sabang masuk ke dalam daftar kuliner wajib Anda!
Editor: Suryadi