Ia juga menyoroti intensitas kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran. Bahkan, pada momen Hari Raya Idul Fitri, Presiden memilih hadir dan berlebaran bersama masyarakat pengungsi.
“Beliau datang berulang kali ke Aceh. Di hari pertama Lebaran pun, Presiden menyempatkan diri bersama masyarakat pengungsi. Ini memberi semangat besar sekaligus pesan kuat bahwa negara tidak tinggal diam,” tegasnya.
Meski demikian, HRD mengingatkan masih adanya persoalan di lapangan yang perlu segera diselesaikan. Ia menyoroti kondisi sejumlah warga yang hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian akibat belum tersedianya hunian sementara, termasuk di Kabupaten Bireuen.
“Kita harus jujur, masih ada kekurangan. Di beberapa wilayah, termasuk Bireuen, warga masih tinggal di tenda karena belum mendapatkan hunian sementara,” ungkapnya.
Menurut HRD, salah satu penyebab utama keterlambatan tersebut adalah belum optimalnya usulan dari pemerintah daerah terkait kebutuhan hunian sementara kepada pemerintah pusat.