FMIPA dan FEB USK Berdayakan Pemuda Bireuen Kelola Sanitasi hingga Usaha Cuci Kendaraan

February 24, 2026 - 16:01
FMIPA dan FEB USK Berdayakan Pemuda Bireuen Kelola Sanitasi hingga Usaha Cuci Kendaraan. (FOTO: HO I HABADAILY.COM)

HABADAIY.COM - Kolaborasi antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Pulo Radeup, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Program ini mengusung tema “Penguatan Ketangguhan Masyarakat Pasca Bencana melalui Pemberdayaan Pemuda dalam Sanitasi Rumah dan Penyediaan Air Bersih serta Pembentukan Tempat Pencucian Kendaraan”.

Desa Pulo Radeup di Kabupaten Bireuen juga merupakan bagian dari Hibah Kementerian Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra, yang difokuskan pada percepatan pemulihan sosial-ekonomi masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Dukungan hibah ini memperkuat implementasi program melalui penyediaan sarana pendukung, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini turut menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Mahasiswa Berdampak (PMB) 2026 yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Program nasional ini mengerahkan lebih dari 10.000 mahasiswa dari 82 perguruan tinggi untuk diterjunkan ke wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, dalam rangka memperkuat pemulihan pascabencana banjir dan longsor selama 20 hari pelaksanaan.

Di Desa Pulo Radeup sendiri, sebanyak 50-an mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian ini. Mereka berkolaborasi dengan dosen pendamping dan masyarakat setempat dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi, layanan kesehatan lingkungan, peningkatan sanitasi, serta penerapan inovasi teknologi tepat guna.

Sejalan dengan semangat PMB 2026 dan dukungan hibah kementerian, kegiatan difokuskan pada peningkatan kualitas sanitasi rumah tangga dan akses air bersih sebagai upaya mencegah penyakit berbasis lingkungan yang kerap muncul pasca bencana.

Tim FMIPA USK memberikan edukasi dan pelatihan teknis mengenai pengelolaan limbah domestik, perbaikan saluran drainase sederhana, serta perancangan dan instalasi filter air berbasis teknologi tepat guna. Filter air yang diperkenalkan menggunakan sistem penyaringan bertingkat dengan material yang mudah diperoleh masyarakat, sehingga dapat diaplikasikan dan dirawat secara mandiri.

Selain aspek kesehatan lingkungan, program ini juga menekankan pemberdayaan ekonomi pemuda desa. Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK mendampingi pembentukan unit usaha tempat pencucian kendaraan yang dikelola oleh kelompok pemuda setempat.

Usaha ini dirancang dengan memperhatikan prinsip ramah lingkungan, termasuk penggunaan sistem pengendapan dan penyaringan limbah air sebelum dibuang ke lingkungan sekitar.

Pelatihan manajemen usaha, pencatatan keuangan sederhana, perhitungan modal dan keuntungan, serta strategi pemasaran lokal turut diberikan untuk memastikan keberlanjutan usaha. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi produktif bagi pemuda desa.

FMIPA dan FEB USK Berdayakan Pemuda Bireuen Kelola Sanitasi hingga Usaha Cuci Kendaraan. (FOTO: HO I HABADAILY.COM)

Ketua penerima hibah, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara kebijakan kementerian, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan berbasis potensi lokal.

“Kami melihat bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya melalui perbaikan fisik, tetapi juga melalui penguatan kapasitas masyarakat dan penciptaan peluang ekonomi berkelanjutan. Keterlibatan mahasiswa menjadi energi baru yang mempercepat transfer ilmu dan inovasi kepada masyarakat,” kata Wira Dharma, Selasa (24/02/2026).

Selain itu, Dekan FMIPA USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech., turut memantau langsung proses pelaksanaan kegiatan di lapangan. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan institusional terhadap pengabdian berbasis riset dan teknologi tepat guna, sekaligus memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan standar akademik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui program ini, diharapkan Desa Pulo Radeup dapat menjadi model desa tangguh berbasis sanitasi sehat dan usaha produktif berkelanjutan di Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek air bersih dan sanitasi layak, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, kementerian, dan masyarakat ini menegaskan peran USK dalam menghadirkan solusi berbasis sains dan ekonomi untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan serta memperkuat ketangguhan masyarakat pascabencana secara terpadu.

Program ini dilaksanakan bersama tim lintas disiplin yang terdiri dari Prof. Dr. Lenni Fitri, S.Si., M.P., Dr. Alia Rizki, S.Si., M.Sc., Dr. Ahmad Nizam, S.E., M.M., M. Ridha Siregar, S.E., M.M., serta Dr. T. Meldi Kesuma, S.E., M.M. Turut mendukung sebagai supporting expert adalah Dr. Ir. Essy Harnelly, S.Si., M.Si. dan Yekki Yasmin, S.Si., M.Si. Kolaborasi keilmuan dari bidang sains, lingkungan, dan manajemen ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan program berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan. (**)

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.