Berikut Delapan Desa di Gayo Lues yang Hilang Diterjang Banjir Bandang

January 6, 2026 - 12:32
Jembatan Pante Lhong, Bireuen putus diterjang Banjir Bandang, pada 26 November 2025. poto diabadikan pada (21/12/2025). (FOTO: Suryadi KTB I HABADAILY.COM)

HABADAILY.COM - Bencana banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 lalu mengakibatkan delapan desa di delapan kecamatan di Kabupaten Gayo Lues dinyatakan hilang.

Juru Bicara Pos Komando (Posko) Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengonfirmasi hal tersebut berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) setempat.

Baca Juga: Sekda Aceh dan Rombongan Terjebak Longsor di Gayo Lues

"Data dari DPMG Gayo Lues menunjukkan ada delapan desa di delapan kecamatan yang kini sudah tidak ada lagi atau hilang karena terseret arus banjir dan tertimbun longsor," kata Murthalamuddin, Selasa (06/01/2026).

"Di Gayo Lues, ada delapan Desa yang hilang, diantaranya, Kuning Kurnia, Tetingi, Seneren, Remukut, Agusen, Pasir, Uyem Beriring dan Pungke," jelasnya.

Baca Juga: Mualem Kerahkan Tim Offroad Salurkan Sembako ke Wilayah Terisolasi di Gayo Lues

Selain di Gayo Lues, Murthalamuddin menyebutkan bahwa fenomena hilangnya dusun atau desa akibat bencana serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain di Aceh, seperti Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara dan Pidie Jaya.

Jembatan Pante Lhong, Bireuen putus diterjang Banjir Bandang, pada 26 November 2025. poto diabadikan pada (21/12/2025). (FOTO: Suryadi KTB I HABADAILY.COM)


Saat ini, warga yang selamat telah dievakuasi ke tempat pengungsian yang lebih aman maupun ke rumah kerabat. Akibat hilangnya fisik desa dan fasilitas umum, aktivitas pemerintahan desa di wilayah tersebut lumpuh total.

"Sejauh ini, pemerintah desa tidak bisa menjalankan fungsinya karena perangkat desa dan warga sepenuhnya berada di lokasi pengungsian," tutup Murthalamuddin.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.