HABADAILY.COM - Pasca musibah banjir bandang yang memutus jembatan utama di jalan lintas Medan - Banda Aceh pada 27 November 2025 lalu, masyarakat Kuta Blang maupun masyarakat yang ingin berpergian kini bergantung pada transportasi air tradisional. Boat Ketek menjadi pilihan utama bagi warga untuk menyeberangi Sungai Krueng Tingkeum guna menjaga mobilitas antar wilayah.
Kehadiran jasa penyeberangan ini menjadi solusi sementara bagi warga yang terdampak, mengingat hancurnya infrastruktur penghubung dan pemukiman warga di sekitar lokasi bencana.
Baca Juga:FOTO: Menengok Kondisi Terkini Jembatan Vital Kuta Blang yang Putus Total
Hasil pantauan Habadaily.com, Selasa (23/12/2025). Bagi masyarakat yang ingin menggunakan jasa transportasi ini, pengelola telah menetapkan tarif yang bervariasi tergantung waktu dan jenis kendaraan, penumpang Jalan Kaki, Rp5.000 per orang, Sepeda Motor pada siang hari, Rp25.000 sudah termasuk pengendara, sedangkan untuk sepeda motor di malam hari Rp30.000 sudah termasuk pengendara.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyatakan bahwa pemerintah terus berkoordinasi intensif dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Aceh untuk mempercepat pembangunan jembatan darurat.
Baca Juga:FOTO: Pemerintah Aceh Targetkan Jembatan Kuta Blang Bisa Dilalui 25 Desember 2025
"InsyaAllah jembatan tersebut akan selesai fungsional sekitar 25-26 Desember ini dengan tonase beban kendaraan mencapai 20 ton," ujar Muhammad MTA dalam keterangannya, pada Sabtu (20/12/2025).
Pengerjaan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum saat ini sedang dikebut agar dapat segera digunakan oleh masyarakat luas.