Banjir Aceh 2025
Komunitas Perias Aceh Terjang Jalan Lumpur Saat Antar Bantuan untuk Korban Banjir Bandang
HABADAILY.COM - Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh, khususnya Kabupaten Pidie Jaya, telah mengundang keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan.
Salah satunya adalah Komunitas Perias Aceh yang menunjukkan kepedulian dengan menempuh perjalanan berisiko demi mengantarkan bantuan langsung ke desa desa yang masih sulit dijangkau.
Tim dari Komunitas Perias Aceh ini, rela berhadapan dengan lumpur demi memastikan bantuan dari donasi yang mereka kumpulkan sampai tepat sasaran kepada para korban yang masih terisolasi.
Perwakilan komunitas, Sri Wahyuni, menceritakan perjuangan mereka. Kelompok Komunitas Perias Aceh berhasil menembus daerah yang sulit dijangkau, yaitu Desa Pante Beurne, Desa Mancang, dan Desa Blang Cut di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Sri Wahyuni mengaku pemandangan di lokasi bencana sangat memprihatinkan, pihaknya juga sempat mengalami kendala, Kendaraan yang membawa logistik rusak putus kain kopling, menambah tantangan dalam upaya kami mencapai lokasi.
"Desa menjadi angker, dan rasa trauma warga yang terlihat nyata. Kesedihan mereka akan harta benda yang sudah dikumpulkan sejak lama hilang dalam waktu sekejap," kata Sri Wahyuni, pada Habadaily.com, Minggu (14/12/2025).
Wahyuni menyampaikan, perjalanan langsung ke lokasi menyadarkan tim mengapa bantuan terlambat sampai ke banyak korban.
"Setelah terjun langsung barulah kami tersadar kenapa bantuan lama bisa sampai ke banyak korban karena ternyata begitu banyak lokasi yang masih sangat sulit untuk dijangkau lewat darat," jelasnya.
Wahyuni menambahkan bahwa akses jalan ke kawasan yang mereka datangi baru terbuka dua hari, setelah musibah terjadi lebih dari seminggu.
Donasi yang terkumpul merupakan hasil koleksi dari 71 anggota komunitas, sahabat-sahabat MUA Aceh, dan sahabat-sahabat lainnya. Bantuan yang dibawa berupa sembako, alat mandi, obat-obatan, baju bekas layak pakai yang sudah diseleksi, dan pakaian dalam yang tentunya masih baru.

Saat berada di posko, Komunitas Perias Aceh juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi para penyintas.
Baca Juga: Influencer Turki, Tugba: Terharu Ketika Anak Korban Banjir Bandang di Aceh Butuh Al-Qur'an
Baca Juga: Kilas Balik Joel Pasee: 'Korban Berjuang Bersama Korban' di Banjir Bandang Aceh Utara
"Sangat dibutuhkan pampers dan makanan sehat untuk anak-anak. Ibu-ibu di sana sudah mulai banyak terlibat di dapur umum yang mereka bangun di posko," ujar Sri Wahyuni.
Meskipun tugas utama mereka sebagai perias adalah menghibur, Sri Wahyuni merasa takjub dengan ketangguhan warga.
"Kami mungkin lebih menghibur ya, biar mereka kuat. Tapi kalau kuat, itu sudah mereka miliki. Terlihat dari masih berusaha membersihkan rumahnya walaupun kelihatan bingung mau mulai dari mana," ungkapnya haru.
Komunitas Perias Aceh berharap langkah kecil mereka dapat menginspirasi pihak lain. Mereka menyampaikan harapan besar agar kepedulian pemerintah untuk menangani lebih serius di banyak titik musibah dapat segera terwujud.
"Sangat dibutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak. Dan kami menghimbau kepedulian dari berbagai pihak karena masih banyak sekali yang harus dibantu untuk seluruh korban," tutup Sri Wahyuni.
Video Komunitas Perias Aceh