“Jika diperkenankan, kami juga ingin bergabung dalam survei lapangan besok dan ikut dalam diskusi berikutnya,” tambahnya.
Kerja sama antara JICA dan Aceh sendiri telah berlangsung pascatsunami 2004, ketika JICA memberikan dukungan darurat serta menangani pembangunan infrastruktur. Hubungan kerja sama ini kembali diperkuat tahun lalu saat peringatan 20 tahun Tsunami Aceh.
Menanggapi pernyataan dukungan JICA, Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengatakan bahwa pemerintah Aceh membuka peluang bagi JICA untuk terlibat dalam pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Ia menekankan, JICA dapat mengamati titik-titik yang memungkinkan untuk dibangun kembali, sebagaimana kerja sama sebelumnya pascatsunami.
Baca Juga: Fasilitas Kesehatan di Aceh Terisolasi Akibat Bencana, Layanan Dasar Jadi Prioritas Dinkes
“Saran kami, JICA bisa mengamati infrastruktur rusak yang memungkinkan dibangun kembali. Kita telah bekerja sama dalam pembangunan infrastruktur pascatsuami sebelumnya, dan kondisi saat ini mirip dengan ‘tsunami kedua',” ujarnya.