Oknum Keuchik di Jeunieb Diduga Peras Keluarga Tersangka Pengeroyokan Dengan Dalih Biaya Pengurusan Perkara
Belakangan dia mengaku heran dan merasa tertipu karena sampai sekarang enam rekannya masih ditahan oleh Polres Bireuen. "Padahal saat itu keuchik pernah berjanji, jika kami menyerahkan uang sejumlah yang dimintanya, maka rekan kami yang enam orang itu bisa diurus bebas. Kenyataannya sampai sekarang enam rekan kami masih ditahan di Polres Bireuen," ucap F.
Jamaluddin, tokoh masyarakat setempat, membenarkan apa yang disampaikan oleh F. "Keuchik kami memang pernah meminta uang kepada warga yang telah dipanggil ke Polres Bireuen. Tetapi, setelah sejumlah warga menyerahkan uang kepada keuchik, sampai sekarang ini warga kami yang enam orang masih ditahan di Polres Bireuen," katanya.
Dia menduga, oknum keuchik juga sudah mengutak-atik nama warga yang terlibat pengeroyokan tersebut. "Sepertinya keuchik hanya menyelamatkan keluarganya dan perangkat gampong," ujar Jamaluddin.
Karena itu, Jamaluddin sangat mengharapkan kepada penyidik Polres Bireuen untuk memeriksa keuchik tersebut. "Apalagi keuchik telah meminta sejumlah uang yang menjurus pada aksi pemerasan warga," katanya.
Selaku tokoh masyarakat, dirinya meminta Polres Bireuen agar jangan pilih kasih dalam menangani perkara tersebut. "Proses hukum kasus itu jangan hanya menjerat warga tidak mampu di gampong kami. Saya tegaskan, pengeroyokan itu juga melibatkan keluarga keuchik," imbuh Jamaluddin.
Oknum keuchik dimaksud yang dikonfirmasi media ini mengaku tidak tahu-menahu mengenai proses hukum terhadap tersangka pengeroyokan yang menewaskan pria berinial IY. "Saya kurang paham mengenai proses hukum kasus pengeroyokan yang sekarang ini sedang ditangani Polres Bireuen," ujarnya.