HABADAILY.COM – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mencatat, dari 530 kasus HIV/AIDS yang terdata, mayoritas atau sekitar 85% lebih penderitanya adalah laki-laki yang terindikasi memiliki perilaku LSL (Lelaki Seks Lelaki) atau LGBT.
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyatakan bahwa kondisi ini sudah darurat dan seperti fenomena gunung es.
"Persoalan LGBT ini harus menjadi perhatian utama Pemerintah dan ditangani secara terpadu dengan melibatkan lintas instansi dan semua pemangku kepentingan. Penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat harus ditingkatkan, terutama kepada remaja dan mahasiswa. Serta mengintensifkan skrining HIV terhadap kelompok yang rentan," kata Farid, lewat siaran persnya, Selasa (25/02/2025).
Farid mengungkapkan, perilaku LGBT tidak hanya terjadi pada kalangan yang belum menikah, tetapi juga pada mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyebaran perilaku ini melalui pola asuh yang baik dan pemahaman agama yang kuat.
"Indikasi-indikasi seperti ini membutuhkan peran keluarga yang lebih dominan melalui pola asuh yang baik. Para ibu perlu berupaya memberikan pemahaman agama Islam yang baik kepada anak agar menghindari perilaku LGBT dan penyimpangan seksual," jelas Farid.
Selain itu, orang tua perlu meluangkan waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak-anak mereka, sehingga dapat mengetahui sejak dini jika ada masalah yang dihadapi.
"Di era teknologi yang canggih ini, pengaruh LGBT dapat menyebar melalui gaya atau tren di media sosial yang diakses oleh anak-anak kita. Oleh karena itu, keluarga harus menjadi basis utama perlindungan dengan memperhatikan pola asuh yang benar. Orang tua juga perlu memahami tahap perkembangan seksual anak sebagai langkah preventif," tambahnya.
Pernyataan ini disampaikan Farid saat menjawab pertanyaan para ibu dalam Reses I Masa Persidangan II Anggota DPRK Banda Aceh Tahun 2025 yang diikuti oleh sekitar 200 peserta dari perwakilan Majelis Taklim di 11 gampong Kecamatan Kuta Alam, yang berlangsung di aula Bapelkes Aceh, Jalan Teungku Moh. Daud Beureueh, Kecamatan Kuta Alam, Senin (24/2/2025).
Farid juga menekankan peran penting ibu-ibu majelis taklim dalam memberikan pemahaman agama Islam yang baik dan benar kepada keluarga dan kerabat, agar mereka tidak mendekati zina, pergaulan bebas, dan perilaku penyimpangan seksual lainnya.
"Mari kita jaga anggota keluarga kita dari pengaruh LGBT dengan memperkuat peran orang tua dan keluarga, serta memberikan pemahaman agama yang baik agar anak-anak kita terhindar dari perilaku yang dilaknat Allah SWT tersebut," pungkas Farid.