HABADAILY.COM - Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Hanif mengungkapkan bahwa sebanyak 21 ribu warga Aceh mengalami gangguan jiwa, dengan 50 persen di antaranya menderita gejala kejiwaan berat. Berdasarkan catatan RSJ, terdapat 114 kasus pemasungan di seluruh Aceh.
"Target kami adalah eliminasi pasung di Aceh selesai tahun ini. Kami siap membantu Bupati dan Wali Kota untuk menjemput dan mengobati mereka," kata Dr. Hanif, Jumat (07/02/2024).
Kata Hanif, RSJ Aceh memiliki fasilitas layanan rehabilitasi di Kuta Malaka, Aceh Besar. Pasien yang telah sembuh secara klinis akan diajarkan berbagai keterampilan agar mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Dr. Hanif berharap pencanangan bersama ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan kesehatan mental dan menghapus stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Aceh. Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi ODGJ.
“Semua berhak mendapatkan layanan kesehatan tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, meluncurkan program pencanangan Aceh Eliminasi Pasung di Pendopo Bupati Pidie Jaya, Jumat, 7 Februari 2025. Acara ini dihadiri oleh Plt Sekda Aceh, sejumlah Penjabat Bupati, dan Wali Kota se-Aceh.
Dr. Safrizal menekankan pentingnya perhatian terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan hak-hak mereka sebagai warga negara.
“Banyak yang memandang remeh ODGJ, padahal mereka memiliki hak yang sama. Kita harus berusaha memberikan layanan yang layak bagi mereka,” ujarnya.
“Kita prihatin dan harus melakukan sesuatu. Layanan kesehatan jiwa di Aceh termasuk yang besar. Kita juga memiliki fasilitas kesehatan jiwa yaitu Seuramoe Sehat Jiwa di Kuta Malaka (Aceh Besar) yang mampu menampung 300 jiwa, namun kita berharap pelayanan rumah sakit jiwa dapat dimaksimalkan,” ujar Pj Gubernur Aceh.