Keuchik Seuneubok Dalam Juli Diminta Pertangungjawabkan Dana BUMG yang Jadi Temuan Inspektorat Bireuen

January 16, 2025 - 01:25
Kantor Keuchik Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Bireuen. [Habadaily.com/Adi Saleum]

HABADAILY.COM—Tokoh masyarakat Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Bireuen, meminta keuchik setempat untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan Dana Desa, terutama anggran Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang jadi temuan Inspektorat Bireuen.   

“Setiap dilakukan audit oleh Inspektorat Bireuen, selalu ada temuan penyalahgunaan DD, terutama yang diplot untuk BUMG,” ujar tokoh masyarakat Seuneubok Dalam, Senin (13/1/2025).

Dikatakannya, sudah berjalan dua periode kepemimpinan di Seuneubok Dalam dijabat oleh Keuhcik Suryadi Ibrahim. “Selama itu pula, pengelolaan anggaran gampong terkesan sangat tertutup untuk masyarakat setempat,” ucapnya. 

Senada disampaikan Zulkifli, Tuha Lapan Seuneubok Dalam. Menurut dia, selama ini keuchik tidak memasang pamflet informasi terkait kegiatan yang menggunakan anggaran gampong. “Jadi, masyarakat tidak tahu apa saja yang telah dikerjakan dengan memakai Dana Desa,” katanya. 

Bahkan, lanjut dia, ada saja temuan Inspektorat Bireuen terhadap pengelalaan Dana Desa di Gampong Seuneubok Dalam selama ini. “Setiap dilakukan audit, selalu ditemukan penyalahgunaan DD, terutama yang dianggarkan untuk BUMG,” sebut Zulkifli. 

Karena itu, Zulkifli meminta Inspektorat Bireuen untuk turun lagi melakukan audit investigatif terhadap pengelolaan Dana Desa di Gampong Seuneubok Dalam. “Ini (audit investigatif) penting, agar jelas semuanya mengenai pengelolaan DD di gampong kami, terutama yang dikelola oleh BUMG. Ini juga untuk menghindari timbulnya fitnah di masyarakat,” imbuhnya. 

Sementara Teungku Sudirman, Tuha Peut Seuneubok Dalam, mengatakan setahu dirinya setiap tahun keuchik membuat laporan penggunaan anggaran gampong. “Selama saya menjabat Tuha Peut, keuchik ada membuat laporannya. Tapi kalau tahun-tahun sebelumnya, saya tidak tahu. Saat ini yang ada bermasalah hanya anggaran BUMG,” tuturnya . 

Suryadi Ibrahim, Keuchik Seuneubok Dalam, yang dikonfirmasi media ini juga mengaku setiap tahun dirinya membuat laporan mengenai anggaran gampong dengan mengadakan rapat umum. “Laporan anggaran gampong tersebut selalu saya serahkan kepada Tuha Peut,” katanya.

Sedangkan mengenai anggaran BUMG, lanjut dia, sudah diperiksa oleh Inspektorat Bireuen dan ada temuan terkait anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Dari pemeriksaan itu, terdapat sekira Rp100 juta yang sampai sekarang belum bisa dipertanggungjawabkan,” sebut Keuchik Suryadi.

Diakuinya, sejauh ini Ketua BUMG setempat belum melunasi anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu. “Padahal, saya sudah mengadakan rapat umum gampong menyangkut persoalan itu,” ujarnya.

Mengenai pamflet informasi anggaran gampong tahun lalu di Kantor Keuchik, sebut Keuchik Suryadi, sudah dibongkarnya. “Untuk informasi anggaran gampong tahun ini, akan segera saya pasangkan,” pungkasnya.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.