Pihaknya juga menyosialisasikan tujuh kebiasaan anak indonesia, makan bergizi serta mengupayakan pemahaman tentang perubahan iklim, mitigasi dan adaptasi dilingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Selain itu kita juga mendukung wajib belajar 13 tahun dan pemerataan pendidikan di Aceh berbasis kebutuhan masyarakat seperti rumah belajar Muhammadiyah, pendidikan jarak jauh, dan juga mendukung kebijakan afirmasi pendidikan sebagai upaya memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu dalam mengakses dan meraih kualitas pendidikan yang baik terlepas dari latar belakang sosial, ekonomi, kondisi geografis mereka," jelasnya lagi.
Ia juga menjelaskan jika Pemerintah Aceh membutuhkan dan bersedia memfasilitasi Relawan Mengajar maka Majelis Dikdasmen dan PNF seluruh Aceh siap berpartisipasi dan menyediakan kader-kader terbaiknya di seluruh Aceh.
Hasibuan juga menyinggung tentang kualifikasi, kompetensi, kesejahteraan guru yang harus menjadi prioritas pemimpin Pemerintahan Aceh yang baru.