Muhammadiyah Aceh Siap Fasilitasi Relawan Mengajar untuk Pemerintah

December 24, 2024 - 15:56
Dok. Istimewa

HABADAILY.COM - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh menyebutkan sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh wilayah Aceh saat ini berbenah menuju pusat keunggulan pendidikan dasar dan menengah dari semua jenjang satuan pendidikan.

Karena itu, pihaknya berharap adanya penyelarasan program, fokus pada pembelajaran mendalam, personalisasi pembelajaran, kolaborasi yang kuat, inovasi yang berkelanjutan serta fokus pada keterampilan abad 21.

“Pembenahan ini juga menyasar lingkungan belajar yang positif, keterlibatan orang tua dan komunitas, serta evaluasi yang berkualitas,” ujar Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammdiyah (PWM) Aceh, Iskandar Muda Hasibuan, mengutip laman resmi Suara Muhammadiyah, Selasa (24/12/2024).

Hasibuan menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang fokus pada penguatan pendidikan karakter untuk guru bimbingan konseling dan guru kelas.

Pihaknya juga menyosialisasikan tujuh kebiasaan anak indonesia, makan bergizi serta mengupayakan pemahaman tentang perubahan iklim, mitigasi dan adaptasi dilingkungan sekolah maupun masyarakat.

"Selain itu kita juga mendukung wajib belajar 13 tahun dan pemerataan pendidikan di Aceh berbasis kebutuhan masyarakat seperti rumah belajar Muhammadiyah, pendidikan jarak jauh, dan juga mendukung kebijakan afirmasi pendidikan sebagai upaya memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu dalam mengakses dan meraih kualitas pendidikan yang baik terlepas dari latar belakang sosial, ekonomi, kondisi geografis mereka," jelasnya lagi.

Ia juga menjelaskan jika Pemerintah Aceh membutuhkan dan bersedia memfasilitasi Relawan Mengajar maka Majelis Dikdasmen dan PNF seluruh Aceh siap berpartisipasi dan menyediakan kader-kader terbaiknya di seluruh Aceh. 

Hasibuan juga menyinggung tentang kualifikasi, kompetensi, kesejahteraan guru yang harus menjadi prioritas pemimpin Pemerintahan Aceh yang baru.

“Ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Pemerintahan Aceh sebagai wujud MoU Helsinki yang mewajibkan anak-anak di seluruh wilayah Aceh wajib mendapatkan pendidikan yang bermutu dan islami,” ujarnya.

Hasibuan juga menjelaskan bahwa pendidikan unggul di sekolah Muhammadiyah berhubungan erat dengan kemampuan literasi, numerasi dan saintek serta bahasa dan sastra, sehingga timnya juga masih merumuskan strategi pendidikan matematika dan saintek sejak pendidikan usia dini bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah.

"Saat ini kita telah mendirikan sekolah unggul di Subulussalam dan Gayo Lues dengan pengembangan eksisting, termasuk pengembangan vokasi, kejuruan dan pelatihan peningkatan kompetensi berkelanjutan," tambahnya. []

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.