Pemerintah dan Dayah Sinergi Bahas Standarisasi Kesehatan Santri

November 30, 2024 - 16:20
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Keistimewaan bertema standarisasi kesehatan dayah secara resmi dibuka, Jumat malam (29/11/2024). [Dok. Humas]

HABADAILY.COM - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Keistimewaan bertema standarisasi kesehatan dayah secara resmi dibuka, Jumat malam (29/11/2024).

Kegiatan yang digelar Lembaga Wali Nanggroe ini diikuti 45 peserta, terdiri dari pimpinan dayah dan Kepala Bagian Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten/Kota se-Aceh, dan akan berlangsung hingga 1 Desember 2024.

Plt Sekda Aceh, Muhammad Diwarsyah saat membuka Musrenbang ini mengatakan, pendidikan yang bermutu haruslah didukung oleh lingkungan yang sehat. Sebagai tempat tinggal dan belajar, dayah harus memberikan suasana yang mendukung tumbuh kembang fisik dan mental para santri.

“Oleh sebab itu, tema standarisasi kesehatan dayah yang kita bahas hari ini merupakan langkah nyata dan strategis. Dengan standarisasi kesehatan, kita ingin memastikan bahwa setiap dayah di Aceh dapat menyediakan fasilitas dan lingkungan yang layak, aman, dan higienis,” ujar Diwarsyah.

Melalui forum itu, kata Diwarsyah, semua pihak memiliki kesempatan untuk bersama-sama berdiskusi, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan solusi yang tepat dalam implementasi standarisasi kesehatan di dayah.

“Saya berharap, sinergi antara pemerintah, pimpinan dayah, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas dapat menghasilkan kebijakan yang aplikatif dan terukur, yaitu kebijakan yang mampu memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan kualitas pendidikan dan kesehatan di dayah,” ujar Diwarsyah.

Sementara itu, Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengatakan, dayah merupakan lembaga pendidikan agama yang sangat berperan penting dalam mencerdaskan masyarakat Aceh. Oleh sebab itu, pihaknya memberikan perhatian terhadap sejumlah dayah, salah satunya perhatian pada aspek kesehatan.

“Standarisasi kesehatan dayah di Aceh sangat penting guna mencegah penyebaran penyakit pada santri, meningkatkan kualitas pebdidikan dan menegakkan ajaran Islam tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan,” kata Teungku Malik Mahmud.

Wali Nanggroe menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya dari sekitar 1.600 dayah yang ada di Aceh baru 422 dayah yang memiliki pos layanan kesehatan.

Selain fasilitas kesehatan, Teungku Malik Mahmud juga menyoroti kebersihan kamar tidur santri, kamar mandi, dan sanitasi yang masih perlu terus dibenahi sehingga sesuai dengan standar kesehatan yang baik.

“Hal ini harus menjadi fokus kita semua agar di masa depan dayah di Aceh punya standarisasi kesehatan,” kata Tengku Malik Mahmud. []

 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.