“Tapi apapun, nantinya kita akan terus mengawasi setiap gerak terkait implementasi kebijakan pemajuan kebudayaan dalam hal ini,” kata Iskandar.
Iskandar juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh perwakilan SDM kebudayaan dari 23 kabupaten/kota yang ada di Aceh.
“Dan SUKAT juga bangga menghadirkan keterwakilan yang sangat unik, seperti para pawang, konservatoris, pengelola pasar tradisional, para pencari lebah, dan OPK lainnya. Selain itu, keterwakilan etnis juga sangat beragam, seperti etnis Gayo, Kluet, Simeulue, Tionghoa, Tamiang, Singkil, dan etnis lainnya.”
“Kita berharap Duek Pakat ini bisa digelar dua tahun sekali untuk mengevaluasi sejauh mana kemajuan OPK dan meningkatkan indeks pemajuan kebudayaan. Dan kita berharap hal ini akan mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang mendukung upaya pemajuan kebudayaan di tingkat provinsi dan kabupaten,” tuturnya.