HABADAILY.COM - Upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam menangani masalah kesehatan jiwa semakin intensif. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan melibatkan berbagai sektor dan meningkatkan kualitas layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Besar, Nurzahara SSiT MPH, mengatakan saat ini penanganan masalah kesehatan jiwa di wilayah itu sudah mulai bagus, termasuk penanganan di beberapa puskesmas, seperti di Puskesmas Baitussalam dan Puskesmas Kuta Baro.
Bahkan, kata Nurzahara, di Puskesmas Kuta Baro saat ini sudah memiliki semacam pusat rehabilitasi atau klinik rumah jiwa di Desa Cot Lang, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.
Nurzahara menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penanganan masalah jiwa. Artinya, selain Dinkes Aceh Besar, harus melibatkan pihak lain seperti perangkat desa, pihak kepolisian, dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Dukungan dari berbagai sektor merupakan hal yang sangat penting dalam penanganan masalah jiwa di masyarakat,” katanya.
Kalau program kejiwaan tidak didukung oleh sektor lainnya, lanjut dia, tentu akan menjadi hambatan bagi pemerintah dalam melaksanakan program kejiwaan itu sendiri. “Apalagi tidak semua masyarakat umum paham dengan program kejiwaan, makanya perlu diberi pemahaman secara terus-menerus,” sebut Nurzahara.
Karena itu, skrining atau penjaringan kesehatan jiwa, kata Nurzahara, merupakan langkah penting sebagai deteksi dini bagi masyarakat yang mengalami masalah kejiwaan. “Alhamdulillah, saat ini para petugas puskesmas di bawah bimbingan Dinkes Aceh Besar sudah mulai menggalakkan skrining masalah jiwa,” katanya.
Nurzahara menambahkan, skrining tersebut dilakukan mulai tingkat gampong (desa), posyandu, puskesmas hingga sekolah-sekolah sebagai upaya preventif untuk mengurangi kasus kejiwaan. “Para petugas juga sudah melakukan skrining di sekolah untuk melihat bagaimana capaian hasil skrining kesehatan jiwa di Aceh Besar. Saat ini capaiannya sudah mencapai 46,58 persen,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Nurzahara, masyarakat juga bisa mengecek masalah kesehatan mereka secara swadaya melalui aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Jiwa (Simkeswa). “Dari aplikasi tersebut, Dinkes Aceh Besar bisa melihat sudah sejauh mana peran petugas dalam meningkatkan capaian skrining. Target tahun ini, skrining masalah jiwa di masyarakat bisa mencapai 90 persen,” papar Nurzahara.
Untuk ke depan, kata Nurzahara, pihaknya lebih memfokuskan pada upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan yang menangani masalah jiwa.“Sebab, penanganan pasien dengan masalah kejiwaan harus ditangani tenaga profesional yang benar-benar memahami persoalan terkait masalah kejiwaan,” tegasnya.