Ade Surya berharap penghargaan ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang.
“Semoga Sekolah Adiwiyata di Kota Banda Aceh tetap konsisten melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia mengatakan kedua instansi tersebut harus terus melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah yang belum ber-adiwiyata.
Harapannya, lebih banyak sekolah di Banda Aceh yang meraih penghargaan serupa, sehingga tercipta lingkungan hidup yang lestari, bersih, indah, dan sehat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri menyampaikan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional diberikan berdasarkan empat aspek penilaian, yaitu kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan hidup, kegiatan partisipatif di lingkungan sekolah, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan.