HABADAILY.COM - Menjauhi pelanggaran seperti bullying, narkoba, dan merokok sangat penting bagi siswa untuk menjaga dirinya dan orang lain. Dalam upaya mencegah perilaku merugikan tersebut, Ditpolairud Polda Aceh mengadakan kunjungan silaturahmi bertajuk "Polisi Saweu Sikula" ke MIN 22 Aceh Besar di Pagar Air, Ingin Jaya, pada Jumat(26/07/2024).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kanit I Sibinmasair Subdit Patroli Ditpolairud Polda Aceh, IPDA Sufi Herman Hasibuan, dan disambut oleh Kepala MIN 22 Aceh Besar, Misdar Mawarni bersama dewan guru dan siswa.
Rombongan dari Ditpolairud turut serta dalam kegiatan membaca Yasin bersama siswa, yang merupakan agenda rutin setiap Jumat.
Misdar Mawarni menyambut baik kehadiran pihak kepolisian sebagai bentuk kolaborasi dalam mencerdaskan anak bangsa. Ia menekankan pentingnya madrasah bekerjasama dengan berbagai instansi, terutama dengan kepolisian, untuk memberikan penyuluhan terkait tugas-tugas kepolisian dan bahaya dari pelanggaran hukum seperti narkoba dan bullying.
"Dengan adanya bapak polisi hari ini, anak-anak kami bisa mendengar langsung apa saja yang tidak boleh dilakukan yang berpotensi melanggar hukum," ujar Misdar.
IPDA Sufi Herman Hasibuan mengawali pertemuan dengan mengapresiasi kebersihan dan ketertiban di MIN 22 Aceh Besar, serta mengajak siswa untuk terus menjaga prestasi tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban di lingkungan sekolah dan menjauhi perilaku yang merugikan seperti bullying, narkoba, bahkan merokok.
"Sekarang salah satu yang sedang viral itu soal bullying. Anak-anak jangan pernah terlibat dalam kasus buli-buli teman ya, kita harus rukun sesama," kata IPDA Sufi Herman Hasibuan.
Selain memberikan penyuluhan, IPDA Sufi Herman Hasibuan juga menjawab pertanyaan dari siswa mengenai syarat menjadi polisi.
Ia menegaskan bahwa untuk menjadi polisi, siswa harus mempersiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, dan tidak merokok. []