HABADAILY.COM – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Aceh Utara sejak Kamis (18/7/2024) lalu, menyebabkan angin kencang yang merusak rumah dan bangunan di enam kecamatan.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Jumat malam, angin kencang melanda Kecamatan Langkahan yang meliputi Gampong Langkahan, Gampong Tanjong Dalam Selatan, dan Meunasah Blang.
Sementara di Kecamatan Tanah Luas, angin kencang melanda sedikitnya 10 gampong. Di Kecamatan Matangkuli juga terkena dampak di empat gampong. Selain itu, Kecamatan Nibong, Paya Bakong, dan Baktiya juga mengalami kerusakan.
Akibat angin kencang ini, sembilan unit rumah di Kecamatan Langkahan mengalami kerusakan berat. Di Kecamatan Tanah Luas, saluran pipa gas di Gampong Paya terputus, bangunan kios-kios pedagang rusak, pohon tumbang menimpa rumah warga,
Secara keseluruhan, Kecamatan Tanah Luas mengalami kerusakan pada 90 unit rumah, enam unit toko, tiga unit kafe, 70 unit lapak pedagang, dan empat unit kios.
Di Kecamatan Matangkuli, dua unit rumah rusak berat sehingga tidak dapat dihuni, sementara 35 unit rumah mengalami kerusakan sedang dan ringan.
Kecamatan Nibong mencatat kerusakan pada 44 unit rumah, terutama pada atap rumah. Di Kecamatan Paya Bakong, empat unit rumah rusak berat di Gampong Nga, yang berdampak pada 20 jiwa dari empat kepala keluarga. Sementara itu, di Kecamatan Baktiya, satu unit rumah dengan tiga jiwa juga mengalami kerusakan.
Dampak angin kencang ini juga mempengaruhi jumlah korban terdampak, dengan delapan jiwa dari tiga kepala keluarga di Gampong Langkahan, 11 jiwa dari tiga kepala keluarga di Gampong Tanjong Dalam Selatan, dan 11 jiwa dari tiga kepala keluarga di Gampong Meunasah Blang, Kecamatan Langkahan.
Di Kecamatan Matangkuli, dua kepala keluarga di Gampong Ujong Kulam masih dalam pendataan. Sebanyak 20 jiwa di Gampong Paya Bakong mengungsi, sementara kepala keluarganya masih dalam pendataan.
Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. BPBD Kabupaten Aceh Utara telah mengerahkan personelnya untuk siaga di pos masing-masing dan membantu warga yang terdampak.
Sementara masyarakat telah memindahkan barang dagangan mereka ke tempat yang lebih aman, dan warga yang rumahnya rusak berat mengungsi ke tempat saudara. Sebanyak 183 rumah rusak, baik ringan, sedang, maupun berat, telah dibersihkan di enam kecamatan tersebut.
Selain itu, enam unit toko, tiga unit kafe, 70 unit lapak pedagang, dan empat unit kios juga telah dibersihkan. []