Gelombang Panas Naik Signifikan, Picu Krisis Pangan dan Kesehatan

July 2, 2024 - 11:32
Ilustrasi cuaca ekstrem. [Ist]
2 dari 3 halaman

Bahkan untuk wilayah Indonesia, seperti di Jakarta dan Surabaya, menurut Erma pernah terjadi peningkatan ke suhu maksimum 38 derajat Celcius pada April 2024 jika dilihat dari data pemantauan stasiun cuaca. 

"Frekuensi dan durasi heatwave di Indonesia seluruhnya meningkat secara signifikan selama satu dekade terakhir," ujar Erma menjelaskan.

Gelombang panas yang terjadi di Indonesia, menurut Erma, memiliki korelasi yang linear dan secara umum dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Kendati demikian Erma mencatat khusus untuk wilayah Jawa, dampak dari heatwave sangat dirasakan dibanding daerah lain di Indonesia. Hal ini dipicu kehadiran fenomena Indien Ocean Dipole (IOD) positif yang membuat Pulau Jawa terasa lebih panas dengan durasi berkepanjangan dibanding daerah lain.

Erma membeberkan bahwa gelombang panas bukan hanya menyebabkan suhu udara terasa lebih panas dari biasanya, namun juga berimbas kepada faktor lain seperti krisis pangan dan efek buruknya pada kesehatan. 

"Diperlukan mitigasi terhadap fenomena ini, karena studi meramalkan krisis pangan dan efek buruk kesehatan yang akan dialami oleh negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia."

Menurut Erma, fenomena gelombang panas bisa terjadi di Indonesia selama dua bulan ke depan, bahkan potensinya disebut hingga September-Oktober. Kendati demikian, Erma menjabarkan peningkatan suhunya tidak akan melebihi suhu maksimum seperti yang terjadi di Maret-April 2024 lalu. 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.