Hasilnya menunjukkan bahwa persentase perempuan childfree di Indonesia saat ini sekitar 8 persen, hampir setara dengan 71.000 orang. Pola kenaikan jumlah perempuan childfree dalam empat tahun terakhir memberikan indikasi bahwa angka ini kemungkinan akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.
Alasan tidak memiliki anak di Indonesia juga mirip dengan penelitian di negara lain, seperti Australia. Berdasarkan data dari perusahaan riset Australia, Red Bridge, lebih dari separuh orang berusia 18 hingga 34 tahun di sana memilih untuk tidak memiliki anak karena tantangan keuangan.
Dari generasi muda yang memilih untuk tidak memiliki anak di negara tersebut, 35 persennya berpendidikan universitas dan 33 persen berpenghasilan lebih dari Rp 32 juta per minggu. Namun, hampir setengah dari mereka tidak memiliki rumah.
Kos Samaras, direktur Red Bridge, menyatakan bahwa keterbatasan finansial merupakan faktor utama yang membuat generasi muda mempertimbangkan untuk tidak memiliki anak. Biaya yang harus dibayar untuk menyicil rumah atau sewa, serta biaya hidup sehari-hari, membuat mereka merasa memiliki anak seringkali di luar kemampuan mereka.
Menurut Samaras, jika generasi sebelumnya membutuhkan waktu hingga usia 30-an untuk mendapatkan keamanan finansial, generasi Milenial dan Gen Z merasa butuh waktu hingga usia 40-an.