Kemudian, pendamping desa juga diharapkan dapat bekerja maksimal dalam mendukung program-program di desa, namun diakui jika ada masalah dalam implementasi di lapangan.
"Apakah pendamping desa bekerja dengan maksimal? Jika tidak, ini menjadi pertanyaan besar bagi kita semua," tegasnya.
Terkait persoalan sosial ekonomi di Aceh Besar, Sekda Sulaimi juga mengaku prihatin dengan angka pengangguran di Aceh Besar yang terus meningkat setiap tahun, baik di kalangan lulusan SMA maupun sarjana.
"Ini menjadi PR besar bagi pemerintah daerah, provinsi, dan pusat," katanya.
Ia menginstruksikan otoritas gampong agar dana desa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. "Kita harus bisa mengarahkan dana desa ini agar dapat dimanfaatkan secara optimal," tandasnya.