Kolaborasi Interprofesional: Kunci Menuju Pelayanan Kesehatan Berkualitas di Era Global

May 1, 2024 - 22:35
Muchrizal Fadliady, (Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Syiah Kuala). (Foto: Muchrizal Fadliady untuk Habadaily.com)
2 dari 3 halaman

Dalam penerapan IPC ini tidak berfokus hanya pada proses pendokumentasian secara terintegrasi atau lebih dikenal dengan CPPT (Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi) akan tetapi seluruh proses dalam meberikan asuhan secara kolaboratif yang dilakukan oleh Professional Pemberi Asuhan (PPA) yang terdiri dari profesi dokter, profesi perawat, profesi farmasi, profesi fisioterapi, profesi ahli gizi serta profesi professional lainnya dalam menunjang kesehatan pada pasien.

Di Indonesia, secara umum masih terjadi ketimpangan dalam layanan kesehatan yang mana salah satu organisasi sangat menonjol atau mendominasi dalam meberikan layanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit dari pada profesi lain. pada dasarnya setiap PPA saling berkesinambungan dan saling keterkaitan dengan kesembuhan pasien yang sesuai dengan bidang pendidikannya masing-masing. penerapan IPC dapat terwujud  dengan baik jika seluruh PPA yang terlibat dalam penyembuhan pasien saling menuangkan keilmuan profesinalnya kepada pasien dengan mengedepankan kompetensi dan etikal keilmuannya sehingga sentral layanan kesehatan yang berpusat pada pasien dapat terlaksana dengan baik dan dapat mempercepat proses penyembuhan serta dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit. hal ini senada dengan penelitian oleh Kalista Ita, Yoga Pramana dan Argitya Righo dengan judul Implementasi interprofessional collaboration Antar Tenaga Kesehatan Yang Ada Dirumah Sakit Indonesia Pada Tahun 2021 yang menyatakan bahwa IPC dapat meningkatkan tingkat keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit.

Bagaimana Penerapannya Di Aceh?

Bentuk kerjasama dengan profesi professional lainnya sudah mulai tercermin pada tenaga kesehatan di aceh akan tetapi masih banyak yang harus dilakukan untuk bisa meningkatkan penerapann IPC di aceh khususnya, hal ini senada dengan poenelitian yang dilakukan oleh Sri wahyuni, Nova Dian Lestari, Nurjannah dan Dedi Syahrizal dengan judul praktik dan kerjasama tim antar professional pemberi asuhan dalam implementasi interprofessional collaboration di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh pada tahun 2021, menjelaskan kerja sama tim secara interprofessional belum efektif, PPA belum memahami konsep IPC dengan baik sehingga kerja sama tim lebih didominasi oleh profesi perawat dan dokter. dengan salah satu landasan ini semua unsur harus memperhatikan untuk terlaksannya IPC dengan baik oleh tenaga kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di  Aceh.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.