HABADAILY.COM – Hingga Senin (22/4/2024) sore, nilai tukar rupiah terus mengalami penurunan signifikan, mencapai Rp16.237 per dolar AS.
Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah ini dapat mempengaruhi berbagai aspek, termasuk kenaikan harga barang elektronik impor. Menurutnya lagi, pelemahan rupiah akan berdampak pada biaya impor, termasuk untuk bahan baku produk elektronik seperti semikonduktor dan microchip.
"Ini akan meningkatkan biaya produksi dalam negeri, yang pada akhirnya akan memberikan tekanan terhadap harga dan inflasi di dalam negeri," ujarnya, melansir CNN Indonesia.
Ia memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah kemungkinan tidak akan merosot hingga mencapai Rp17 ribu per dolar AS hingga akhir tahun ini. Namun, ia optimis bahwa rupiah akan kembali menguat menuju Rp15 ribu per dolar AS.