Rupiah Tembus Rp16 Ribu, Harga Barang Terancam Makin Mahal

April 23, 2024 - 11:30
Ilustrasi pembelian secara online. [Pixabay]

HABADAILY.COM – Hingga Senin (22/4/2024) sore, nilai tukar rupiah terus mengalami penurunan signifikan, mencapai Rp16.237 per dolar AS. 

Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah ini dapat mempengaruhi berbagai aspek, termasuk kenaikan harga barang elektronik impor. Menurutnya lagi, pelemahan rupiah akan berdampak pada biaya impor, termasuk untuk bahan baku produk elektronik seperti semikonduktor dan microchip.

"Ini akan meningkatkan biaya produksi dalam negeri, yang pada akhirnya akan memberikan tekanan terhadap harga dan inflasi di dalam negeri," ujarnya, melansir CNN Indonesia.

Ia memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah kemungkinan tidak akan merosot hingga mencapai Rp17 ribu per dolar AS hingga akhir tahun ini. Namun, ia optimis bahwa rupiah akan kembali menguat menuju Rp15 ribu per dolar AS.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Turun Rp 50 Ribu Per Mayam

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti memperingatkan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi terus terdepresiasi dalam jangka waktu yang lebih panjang, terutama dengan adanya konflik di Timur Tengah yang diperkirakan akan berlangsung lama. 

Konflik tersebut diyakininya akan menghambat suplai barang, yang pada gilirannya akan memicu kenaikan harga barang.

"Ikut naiknya harga barang di pasar global, kenaikan permintaan dolar AS untuk membayar biaya impor juga akan meningkat, termasuk untuk barang-barang elektronik," tambahnya.

Esther juga menjelaskan bahwa kenaikan harga emas juga berperan dalam meningkatkan harga barang elektronik. Kenaikan ini terjadi karena ketidakpastian kondisi ekonomi mendorong masyarakat untuk berinvestasi dalam emas sebagai aset yang nilainya stabil dan mudah dijual. []

Editor: Fuadi Mardhatillah

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.